Inflasi Sulawesi Utara Tertinggi Capai 8,07%, Harga Cabai Meroket 269%

Ade Rosman
2 November 2026, 17:57
harga cabai, inflasi, cabai
ANTARA FOTO/Andri Saputra/nym.
Ilustrasi.
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan Sulawesi Utara mencatatkan inflasi tahunan tertinggi di Indonesia pada September 2026 mencapai 8,07%. Inflasi di wilayah ini didorong oleh lonjakan harga cabai rawit, kangkung, ikan segar, hingga tarif angkutan udara.

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Ateng Hartono menuturkan, cabai rawit menjadi komoditas dengan kenaikan harga paling tinggi di Sulawesi Utara yang mana mencapai 269% secara tahunan. Kenaikan harga cabai memberikan andil sebesar 2,63% dari total inflasi.

“Provinsi Sulawesi Utara mengalami inflasi tahunannya 8,07%, tertinggi ya,” kata Ateng dalam konferensi pers, di kantor BPS, Jakarta, Senin (2/11).

Selain cabai rawit, kenaikan harga kangkung juga memberikan andil cukup besar terhadap inflasi Sulawesi Utara, kenaikannya mencapai 76,71% secara tahunan dengan andil 0,8%.

Selain itu, harga ikan segar meningkat 15,75% dengan andil 0,66%. Tarif angkutan udara juga mengalami inflasi 54,02% dengan andil 0,49%. Adapun harga tomat naik 40,36% secara tahunan dan memberikan andil sebesar 0,31% terhadap inflasi Sulawesi Utara.

BPS secara keseluruhan mencatat inflasi sebesar 0,22% secara bulanan atau month-to-month (mtm) pada Oktober 2026. Inflasi pada bulan lalu terutama disumbang oleh kenaikan harga cabai merah yang memberikan andil mencapai 0,13%.  

Ateng mengatakan, kelompok makanan, minuman, dan tembakau menjadi pendorong utama inflasi Oktober. Inflasi pada kelompok ini mencapai 0,51% dengan andil sebesar 0,15%. 

“Komoditas yang dominan mendorong inflasi pada kelompok ini terutama, cabai merah dengan andil inflasi sebesar 0,13%. Berikutnya, cabai rawit dengan andil inflasi sebesar 0,05%, serta tomat dengan andil inflasi sebesar 0,04%,” kata Ateng.

Ateng menjelaskan, andil cabai merah setara sekitar 59% dari total inflasi bulanan pada Oktober 2026. Selain cabai merah, kenaikan harga cabai rawit dan tomat juga turut memberikan tekanan terhadap inflasi.

BPS juga mencatat, sejumlah komoditas hortikultura lainnya yang menyumbang inflasi, yakni sawi hijau, labu siam atau jipang, serta sawi putih. Masing-masing komoditas tersebut memberikan andil inflasi sebesar 0,01%. 

Ateng menjelaskan, kenaikan harga sejumlah komoditas cabai terjadi di tengah penurunan produksi di beberapa daerah sentra. Produksi cabai merah tercatat turun di sejumlah wilayah, terutama Lombok Timur, Cianjur, dan Banyuwangi. 

Sementara itu, produksi cabai rawit juga mengalami penurunan di beberapa daerah sentra, khususnya Jember, Sampang, dan Brebes. BPS juga mencatat peningkatan produksi cabai merah di sejumlah daerah, antara lain Aceh Tengah, Kulon Progo, dan Kerinci. 

Adapun peningkatan produksi cabai rawit terjadi di Situbondo, Lombok Timur, dan Aceh Tengah. Secara keseluruhan, inflasi Oktober 2026 tercatat lebih tinggi dibandingkan kenaikan indeks harga konsumen (IHK) pada September yang berada di level 112,31. 

Pada Oktober, IHK meningkat menjadi 112,56. Sementara itu, secara tahunan atau year-on-year (yoy) inflasi Oktober 2026 mencapai 3,23%. Adapun inflasi tahun kalender atau year-to-date (ytd) tercatat sebesar 2,40%. Selain kelompok makanan, minuman, dan tembakau, tarif angkutan udara juga memberikan andil terhadap inflasi Oktober sebesar 0,01%. 

Di sisi lain, kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya mengalami deflasi 0,06%, terutama karena penurunan harga emas perhiasan yang memberikan andil deflasi sebesar 0,01%.

add katadata as preferred source
Berita Katadata.co.id di WhatsApp Anda

Dapatkan akses cepat ke berita terkini dan data berharga dari WhatsApp Channel Katadata.co.id

Ikuti kami
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Ade Rosman
Editor: Agustiyanti

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...