KAI Batalkan Impor KRL Bekas, 23 Trainset Akan Dipasok dari Dalam Negeri

Mela Syaharani
5 November 2026, 18:17
Dirut KAI Bobby Rasyidin
Instagram Defend.id
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

PT Kereta Api Indonesia membatalkan rencana impor kereta rel listrik bekas untuk memenuhi kebutuhan rangkaian dalam negeri. Rencana impor KRL bekas ini sebelumnya telah dibahas KAI bersama DPR pada akhir September 2026 sebagai opsi transisi produksi dalam negeri yang belum memadai.

“Kami tidak impor (KRL) bekas. Pokoknya untuk rakyat harus yang baru,” kata Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin saat ditemui di kompleks Istana Kepresidenan, Kamis (5/11).

Bobby menyebut, Indonesia membutuhkan 23 rangkaian (trainset) KRL tambahan, 8 diantara bersifat urgent atau mendesak. Dia mengatakan 23 rangkaian ini harus dipenuhi pasokannya dalam dua hingga tiga tahun mendatang.

Dia menyampaikan untuk memenuhi kebutuhan ini, pasokan trainset akan disediakan secara domestik. “Salah satunya nanti ke Inka (pemenuhannya). Wajib mendukung industri dalam negeri,” ujarnya.

Untuk itu, dia menyebut jika ingin melibatkan pihak asing atau luar negeri, maka wajib melakukan kerja sama dengan (industri) dalam negeri.

Menteri Perdagangan Budi Santoso sebelumnya berharap Indonesia tidak melakukan impor KRL. “Produksi dalam negeri kan sudah ada. Jadi saya berharap tidak ada impor (KRL) bekas ya,” kata Budi saat ditemui di sela-sela acara Trade Expo Indonesia (TEI) ke-41 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City, Kabupaten Tangerang, Banten, Rabu (14/10).

Kebutuhan Mendesak

Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin sebelumnya mengatakan, impor kereta bekas ini merupakan kebutuhan yang mendesak, mengingat kondisi sejumlah KRL yang ada sudah banyak yang berusia 40 tahun ke atas.

Ia menjelaskan opsi impor kereta bekas ini menjadi pilihan yang lebih baik sebab tidak membutuhkan waktu yang lama dan ketika sudah disetujui maka hanya butuh satu sampai dua bulan saja.  Berbeda dengan impor kereta baru yang membutuhkan waktu satu hingga dua tahun dan dapat mengganggu produksi kereta dalam negeri.

"Kalau kita impor baru, nantinya produksi kereta dalam negeri akan terganggu. Kalau bekas ini hanya untuk transisi," ujarnya dikutip dari Antara pada akhir September 2026.

Bobby mengatakan impor KRL saat ini sangat dibutuhkan, apalagi produksi dalam negeri juga belum bisa memenuhi kebutuhan yang ada. 

Untuk itu, kata Bobby, KAI akan mengimpor sebanyak 23 rangkaian KRL terdiri dari tujuh KRL SF12 dan 16 KRL SF8 yang akan menggantikan sejumlah KRL berusia lebih dari 40 tahun. 

"Kami usulkan untuk kereta yang tidak baru ini tujuh Trainset dengan SF-12 ditambah 16 Trainset dengan SF-8. Kenapa kami bedakan SF-nya? Karena masih ada peron-peron di stasiun kita yang tidak siap dengan 12 gerbong," ujarnya. 

Bobby menambahkan kereta yang akan diimpor dari Jepang itu direncanakan bisa dipakai selama 10 tahun ke depan sambil memperbaiki dan meningkatkan kapasitas produksi dalam negeri. 

"Rencana akan kami pakai 10 tahun dan ini segera kita lakukan karena sudah banyak komplain (dari pengguna jasa)," kata dia. 

Komisi VI DPR RI juga telah menyetujui rencana impor rangkaian KRL bekas dari Jepang dengan syarat tetap meningkatkan industri perkeretaapian dalam negeri. 

"Pengadaan sarana bukan baru ini, sebagai solusi transisi," kata Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Andre Rosiade saat membacakan kesimpulan rapat dengar pendapat (RDP) dengan Direksi PT KAI di Jakarta, dikutip dari Antara.

add katadata as preferred source
Berita Katadata.co.id di WhatsApp Anda

Dapatkan akses cepat ke berita terkini dan data berharga dari WhatsApp Channel Katadata.co.id

Ikuti kami
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Mela Syaharani
Editor: Agustiyanti

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...