Terminal Kalibaru dioperasikan oleh perusahaan patungan lPC TPK dan Konsorsium Mitsui - PSA NYK Line, yaitu PT New Priok Container Terminal One (NPCT1).
7
Joko Widodo
Foto ke 1 dari 7
Presiden Joko Widodo didampingi Menko Maritim Luhut Binsar Panjaitan dan Dirut Pelindo II Elvyn G. Masassya meninjau pengoperasioan Terminal Petikemas Kalibaru Pelabuhan Utama Tanjung Priok di Jakarta, Selasa (13/9). Arief Kamaludin|KATADATA

Presiden Joko Widodo (Jokowi) meresmikan pengoperasian Terminal Petikemas Kalibaru I, Pelabuhan Utama Tanjung Priok, Jakarta Utara, Selasa (13/9). Kehadiran terminal anyar ini membuat kapasitas terminal petikemas di Tanjung Priok bertambah 1,5 juta TEUs per tahun.

Menurut Jokowi, ada beberapa keuntungan yang diperoleh dari pengoperasian terminal tersebut. Pertama, dapat membantu pencapaian target waktu tunggu bongkar muat (dwelling time) dari saat ini 3,7 hari menjadi 2,2-2,5 hari. Kedua, menurunkan biaya logistik.

Ketiga, pengoperasian terminal ini dapat menjadi penghubung perdagangan barang dan jasa antarpulau, bahkan antarnegara. Dengan demikian, ekonomi Indonesia akan semakin memiliki daya saing dan kompetitif.

Karena itu, Jokowi meminta PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) II segera menyelelesaikan proyek pembangunan Terminal Kalibaru. "Alhamdulillah saat ini sudah selesai terminal petikemas yang pertama. Yang kedua juga segera diselesaikan," katanya. Dengan begitu, proyek Terminal Kalibaru bisa rampung seluruhnya pada 2019 mendatang.

Terminal Kalibaru dioperasikan oleh perusahaan patungan lPC TPK dan Konsorsium Mitsui - PSA NYK Line, yaitu PT New Priok Container Terminal One (NPCT1). Luasnya sekitar 32 hektare dengan total panjang dermaga 450 meter saat ini, yang nantinya akan menjadi 850 meter pada akhir 2016. Jadi, terminal ini diproyeksikan dapat melayani kapal petikemas berkapasitas I3 ribu hingga 15 ribu TEUs dengan bobot di atas 150 ribu DWT.

 

Arief Kamaludin
Artikel Terkait
"Sehingga 2020 dapat langsung beroperasi," kata David