Sejuta Duka dari Penerbangan Lion Air Jakarta – Pangkal Pinang

Penulis: Ajeng Dinar Ulfiana

Editor: Muchamad Nafi

30 Oktober 201817 Foto

Kabar duka menyebar ke seantero Tanah Air. Pemerintah membuka pusat krisis jatuhnya pesawat Lion Air. Basarnas dan elemen lainnya terus mencari korban.

Baru sekitar tiga menit setelah lepas landas pada pukul 06.20 WIB, kemarin, pilot pesawat Lion Air JT 610 menghubungi Airnav Indonesia, penyelenggara navigasi penerbangan di Bandara Soekarno Hatta. Sang Pilot meminta kembali ke bandara alias return to base (RTB).

Air Traffic Controller (ATC) Bandara Soekarno Hatta pun memberikan lampu hijau. Permintaan seperti ini memang menjadi prioritas navigasi bandara. Bahkan, pesawat dapat mendarat dari arah berlawanan apabila situasi darurat. Tak dinyana, pesawat tersebut hilang kontak pada pukul 06.32 saat berada di ketinggian 2.500 meter,

(Baca: KNKT: Lion Air JT 610 Tidak Meledak di Udara).

Lalu, semua dunia tahu bahwa pesawat Boeing 737 – 8 MAX yang membawa 189 orang itu jatuh di permukaan laut di dekat perairan Tanjung, Karawang, Jawa Barat. Kabar duka pun menyebar ke seantero Tanah Air. Pemerintah membuka pusat krisis untuk memudahkan keluarga korban mencari informasi.

Hingga siang tadi, Badan SAR Nasional (Basarnas) menemukan sejumlah bagian dalam proses pencarian. Temuan tersebut dimasukkan ke dalam 26 kantong jenazah, bertambah dua buah dari operasi sebelumnya 24 kantong jenazah. Sebanyak 10 dari 24 kantong jenazah yang telah ditemukan berisikan potongan bagian tubuh korban. Sementara, 14 kantong jenazah memuat puing pesawat.

Dalam pencarian korban dan bangkai pesawat, hari ini Basarnas berfokus pada 13 area prioritas. Radius pencarian diperluas sejauh 10 nautical mile (NM). Ada 35 unsur laut yang dilibatkan. Di sektor satu, pencarian mengerahkan empat kapal yang dilengkapi peralatan deteksi bawah laut, seperti Multi Beem Echo Sounder (MBES), Side Scan Sonar, dan Remotly Operated Umderwater Vehicle (ROV).

(Baca: Basarnas Bawa 26 Kantong Jenazah dari Lokasi Jatuhnya Lion Air JT 610).

Di sektor dua, pencarian mengerahkan 31 kapal dari Basarnas, Kementerian Perhubungan, Polair, KPLP, Bea Cukai, dan lainnya untuk pencarian di permukaan air. Basarnas juga mengerahkan dua helikopter.

Selengkapnya
Lion Air Jatuh
Foto: Ajeng Dinar Ulfiana | KATADATA

Kantong jenazah sebagiannya berisi puing-puing pesawat dan sebagiannya merupakan anggota tubuh korban pesawat Lion Air JT-610

Lion Air Jatuh
Foto: Ajeng Dinar Ulfiana|KATADATA.

Hasil evakuasi, Basarnas menemukan barang-barang korban, bagian tubuh, dan kartu identitas penumpang dan membawanya ke Posko Basarnas Jakarta International Container Center (JICT) II, Jakarta Utara.

Lion Air Jatuh
Foto: Ajeng Dinar Ulfiana|KATADATA.

Hasil evakuasi, Basarnas menemukan barang-barang korban, bagian tubuh, dan kartu identitas penumpang dan membawanya ke Posko Basarnas Jakarta International Container Center (JICT) II, Jakarta Utara.

Lion Air Jatuh
Foto: Ajeng Dinar Ulfiana|KATADATA.

Hasil evakuasi, Basarnas menemukan barang-barang korban, bagian tubuh, dan kartu identitas penumpang dan membawanya ke Posko Basarnas Jakarta International Container Center (JICT) II, Jakarta Utara.

Lion Air Jatuh
Foto: Ajeng Dinar Ulfiana|KATADATA.

Hasil evakuasi, Basarnas menemukan barang-barang korban, bagian tubuh, dan kartu identitas penumpang dan membawanya ke Posko Basarnas Jakarta International Container Center (JICT) II, Jakarta Utara.

Lion Air Jatuh
Foto: Ajeng Dinar Ulfiana | KATADATA

Dua hari pasca penanganan kecelakaan pesawat Lion Air JT610 yang jatuh di perairan Tanjung Karawang, tim SAR gabungan belum dapat menemukan black box pesawat.

Lion Air Jatuh
Foto: Ajeng Dinar Ulfiana | KATADATA

Pemilik Lion Air, Rusdi Kirana (kedua kanan), meninjau proses evakuasi pesawat Lion Air JT-610.

Lion Air Jatuh
Foto: Ajeng Dinar Ulfiana | KATADATA

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi (kiri), Presiden Joko Widodo (tengah) dan Kepala Badan SAR Nasional Marsekal Madya M Syaugi (kanan) meninjau posko evakuasi jatuhnya pesawat Lion Air JT 610 di Dermaga JICT 2 Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Selasa (30/10/2018) sore.

Lion Air Jatuh
Foto: Ajeng Dinar Ulfiana | KATADATA

Upaya evakuasi seluruh penumpang, kru, dan pesawat JT-610 yang mengalami kecelakaan pada Senin di perairan Karawang, Jawa Barat, akan terus dilakukan.

Lion Air Jatuh
Foto: Ajeng Dinar Ulfiana | KATADATA

Sebanyak 14 kapal tetap dikerahkan untuk melakukan operasi pencarian di permukaan laut maupun di dasar laut menggunakan alat khusus pendeteksi bawah laut.

Lion Air Jatuh
Foto: Ajeng Dinar Ulfiana | KATADATA

Basaranas mengonfirmasi, badan pesawat tidak ditemukan di lokasi terakhir pesawat hilang kontak. Sementara itu, KNKT menduga badan pesawat hancur karena menghujam laut. Hal ini membantah dugaan pesawat meledak di udara.

Lion Air Jatuh
Foto: Ajeng Dinar Ulfiana | KATADATA

Serpihan pesawat Lion Air yang jatuh di perairan Tanjung Karawang, di bawa ke JITC , Tanjung Priok (30/10). tim SAR gabungan belum dapat menemukan black box pesawat.

Lion Air Jatuh
Foto: Ajeng Dinar Ulfiana | KATADATA

Puing-puing pesawat Lion Air JT-610 berhasil dikumpulkan dari perairan Tanjung Karawang.

Lion Air Jatuh
Foto: Ajeng Dinar Ulfiana|KATADATA.

Sejumlah puing dan barang-barang milik korban dari lokasi pesawat Boeing 737 Max 8 Lion Air yang jatuh pada Senin (29/10) pagi tiba di Jakarta International Container Terminal 2,Tanjung Priok, Jakarta.

Lion Air Jatuh
Foto: Ajeng Dinar Ulfiana | KATADATA

Direktur Kesiapsiagaan Badan SAR Nasional atau Basarnas, Didi Hamzar, mengatakan dua kantong jenazah korban Lion Air JT 610 ditemukan lagi pada hari ini. Menurut dia, tim evakuasi telah memperluas lokasi area pencarian dari titik koordinat.

Lion Air Jatuh
Foto: Ajeng Dinar Ulfiana | KATADATA

Hingga hari ini pencarian korban dan badan pesawat masih berlangsung dan belum ada data pasti berapa korban yang berhasil di evakuasi.

Lion Air Jatuh
Foto: Ajeng Dinar Ulfiana | KATADATA

Petugas membawa benda temuan hasil pencarian pesawat lion Air Jt-610 yang hilang kontak di perairan Tanjung Pakis Karawang di Terminal JICT 2, Tanjung Priok, Jakarta, Selasa (30/10).