Harga Bahan Baku Tekstil Melonjak (Foto: Katadata/Fauza Syahputra) Show
Katadata/Fauza Syahputra
Fauza Syahputra
24 April 2026, 11:40

[Foto] Kesibukan Pekerja Pemintalan Benang saat Harga Bahan Baku Melonjak

Perang antara Amerika, Israel dan Iran membuat harga minyak dan gas dunia melonjak. Kenaikan harga minyak dan gas berdampak panjang hingga berimbas pada industri tekstil dengan harga bahan bakunya mengalami kenaikan yang signifikan.

Ketua Umum Asosiasi Produsen Serat dan Benang Filament Indonesia (APSyFI), Redma Gita Wirawasta, mengungkapkan harga paraxylene, alias bahan baku utama poliester, kini telah menyentuh US$ 1.300 atau Rp 22,1 juta (kurs Rp17.020 per US$) per ton. Angka itu meningkat sekitar 40% dibandingkan dua minggu sebelumnya.

Kenaikan harga tersebut cukup dirasakan oleh Saprudin (60) selaku pemilik usaha pemintalan benang di kawasan Kebayoran Lama, Jakarta Selatan. Ia menuturkan bahwa harga benang katun dan poliester yang diproduksi di tempatnya naik sebesar Rp.2000 per kilogram.

"Katun itu awalnya Rp 45 ribu, lalu naik jadi Rp 47 ribu. Kalau poliester dari Rp 40 ribu jadi Rp 42 ribu," ujarnya kepada Katadata.co.id

Saprudin menyebut selain dipicu oleh kenaikan biaya bahan baku, harga plastik yang melonjak turut mengerek biaya pengeluaran. "Dari harga plastiknya aja juga kan sudah naik," tambahnya.

add katadata as preferred source
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Fauza Syahputra
Editor: Yuliawati

Cek juga data ini