Pascakecelakaan kereta api di Stasiun Bekasi Timur Show
ANTARA FOTO/Fakhri Hermansyah
Fauza Syahputra
28 April 2026, 18:25

[Foto] Tabrakan KRL dan Kereta Api Argo Bromo di Stasiun Bekasi Timur

Peristiwa tabrakan antara Kereta Rel Listrik (KRL) Commuter Line (KRL) dan KA Argo Bromo Anggrek relasi Gambir-Surabaya Pasar Turi terjadi di Stasiun Bekasi Timur, Kota Bekasi, Senin (27/4) malam.

Kecelakaan tersebut terjadi sekitar pukul 20.53 WIB yang bermula ketika KRL dari arah Cikarang menuju Bekasi menabrak taksi Green SM di JPL 85, sehingga membuat sistem perkeretaapian terganggu dan terhenti di jalur 1.

Beberapa saat kemudian datang Kereta Api Jarak Jauh Argo Bromo Anggrek yang langsung menabrak bagian belakang Commuter Line. Kerasnya hantaman tersebut membuat sejumlah penumpang yang berada di gerbong KRL paling belakang terjepit.

Tim SAR gabungan pun berjibaku melakukan evakuasi korban yang terhimpit dengan menggunakan teknik cutting atau pemotongan dan lifting atau pengangkatan material untuk memisahkan badan korban dari jepitan logam. Selain evakuasi korban, tim SAR juga melakukan prosedur pencarian ke seluruh sudut gerbong KRL untuk memastikan tidak ada korban yang tertinggal.

Berdasarkan pantauan Katadata.co.id di lapangan pukul 14.30, proses evakuasi pengangkatan gerbong KRL Commuter Line masih berlangsung. Tersisa satu bagian gerbong wanita, sementara rangkaian dan lokomotif KA Argo Bromo Anggrek telah selesai diangkut sejak pukul 07.00 pagi tadi.

Tercatat sebanyak 15 penumpang KRL meninggal dunia dan 76 orang lainnya luka-luka. Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin mengatakan korban meninggal dunia telah dibawa ke RS Polri Kramat Jati untuk proses identifikasi lebih lanjut. Sementara itu, korban yang mengalami luka-luka telah mendapatkan penanganan medis di berbagai fasilitas kesehatan.

Untuk mengetahui penyebab pasti kecelakaan, pemerintah mengerahkan tim investigasi dari Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT). Pemerintah juga akan melakukan evaluasi menyeluruh atas peristiwa tersebut, baik di tingkat strategis maupun teknis operasional agar kejadian serupa tidak terulang kembali.

add katadata as preferred source
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Antara, Kamila Meilina
Editor: Yuliawati

Cek juga data ini