Tambahan Kasus Harian Covid-19 RI Hanya 2.696, Terendah sejak Agustus

Tambahan kasus positif Covid-19 RI per Minggu (1/11) hanya 2.696, merupakan angka terendah sejak 26 Agustus 2020.
Image title
1 November 2020, 17:34
kasus positif covid-19, perkembangan kasus covid 19, virus corona
ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra/nz.
Petugas dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menunjukkan stiker segel yang akan dipasang pada perkantoran yang beroperasi meski ada karyawannya positif COVID-19 saat inspeksi mendadak di Senayan, Jakarta, Kamis (1/10/2020).

Satgas Penanganan Covid-19 mengumumkan jumlah kasus positif Covid-19 Indonesia pada Minggu (1/11) bertambah sebanyak 2.696 kasus. Ini merupakan rekor terendah tambahan kasus positif virus corona harian sejak 26 Agustus 2020. Ketika itu tambahan kasus baru tercatat sebanyak 2.306 kasus.

Dengan demikian akumulasi kasus positif virus corona per hari ini yaitu sebanyak 412.768. Adapun tambahan kasus hari ini berasal dari pemeriksaan 17.971 orang menggunakan metode polymerase chain reaction (PCR), dengan akumulasi penduduk yang telah diperiksa sebanyak 2.899.414 orang. Sedangkan jumlah spesimen yang diperiksa mencapai 23.208 sehingga totalnya menjadi 4.540.947 spesimen.

Meski demikian turunnya tambahan kasus baru hari ini bisa jadi lantaran jumlah orang dan spesimen yang diperiksa lebih rendah dibandingkan kemarin karena faktor libur panjang. Pada Sabtu (31/10) pemeriksaan dilakukan terhadap 27.459 orang dan 29.001 spesimen.

Adapun tambahan kasus baru tertinggi berasal dari provinsi DKI Jakarta sebanyak 608 kasus, diikuti Jawa Tengah 458 kasus, Jawa Timur 253 kasus, dan Sumatera Barat 225 kasus. Sementara empat provinsi tidak mengalami tambahan kasus baru yakni Kalimantan Tengah, Maluku Utara, Papua, dan Jambi.

Advertisement

Kemudian enam provinsi tambahan kasus barunya di bawah 10 yakni Bangka Belitung 4 kasus, Bengkulu 1 kasus, Kalimantan Utara 4 kasus, Sulawesi Barat 7 kasus, Nusa Tenggara Timur 9 kasus, dan Gorontalo hanya 4 kasus.

Sementara itu jumlah pasien sembuh per hari ini bertambah sebanyak 4.141 sehingga secara akumulatif 341.942 orang telah dinyatakan sehat. DKI Jakarta menjadi provinsi dengan tambahan pasien sembuh tertinggi yakni 1.475 orang, diikuti Jawa Barat 638 orang, Jawa Tengah 332 orang, dan Jawa Timur 323 orang.

Sedangkan angka kematian akibat Covid-19 bertambah 74 kasus, dengan tambahan terbanyak berasal dari tiga provinsi yakni DKI Jakarta sebanyak 19 kasus, Jawa Tengah 11 kasus, dan Sumatera Selatan 10 kasus.

Kemenkes juga mencatat masih ada 61.215 orang yang berstatus orang dalam pemantauan (ODP) yang kini masih dirawat. Perkembangan kasus Covid-19 di Indonesia dapat dilihat melalui databoks berikut.

Meski mengalami penurunan, virus corona masih menyebar di masyarakat. Oleh karena itu Koordinator Tim Pakar dan Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito terus mengingatkan masyarakat untuk disiplin menerapkan protokol kesehatan yang ketat.

Menurutnya, kunci utama memutus mata rantai penyebaran virus corona adalah Gerakan 3M, memakai masker, menjaga jarak dan rajin mencuci tangan menggunakan sabun. Langkah itu juga akan lebih efektif mencegah penularan jika dilakukan secara kolektif.

"Kalau kita sudah patuh pada protokol kesehatan, jangan lupa mengingatkan orang lain untuk patuh pada protokol kesehatan," kata Wiku beberapa waktu lalu.

Wiku menyebutkan bahwa beberapa jurnal internasional menyatakan bahwa mencuci tangan dengan sabun dapat menurunkan risiko penularan sebesar 35%.

Sedangkan memakai masker kain dapat menurunkan risiko penularan sebesar 45%, dan masker bedah dapat menurunkan risiko penularan hingga 70%. Yang paling utama, menjaga jarak minimal 1 meter dapat menurunkan risiko penularan sampai dengan 85%.

Masyarakat dapat mencegah penyebaran virus corona dengan menerapkan 3M, yaitu: memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak sekaligus menjauhi kerumunan. Klik di sini untuk info selengkapnya.
#satgascovid19 #ingatpesanibu #pakaimasker #jagajarak #cucitangan

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait