Lakukan Lelang Dini, PUPR Gelontorkan Anggaran Hingga Rp 35,1 Triliun

Total paket pekerjaan yang dilelang dini Kementerian PUPR pada Oktober 2021-Februari 2022 sebanyak 2.092 dengan pagu anggaran Rp 35,1 triliun.
Image title
25 Januari 2022, 09:27
kementerian pupr, lelang,
Kementerian PUPR
Jembatan Gantung Makammu II yang berada di Desa Bulukunyi, Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan.

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) akan melakukan seleksi dini untuk proyek Tahun Anggaran (TA) 2022 hingga Februari 2022. Sejauh ini, total tender dini yang telah rampung mencapai 838 paket konstruksi senilai Rp 17,5 triliun sejak Oktober 2021.

Per Januari 2022, akan ada 671 paket konstruksi senilai Rp 10,68 triliun yang akan selesai tender. Sementara itu, ada 583 paket pekerjaan sebesar Rp 6,91 triliun hingga akhir Februari 2022 yang akan rampung tender.

“Diperkirakan dengan jumlah paket tersebut penyerapan anggaran hingga akhir Januari 2022 akan mencapai Rp 7,34 triliun atau sebesar 7,30%,” kata Menteri PUPR Basuki Hadimuljono dalam keterangan resmi, Selasa (25/1).

Dengan kata lain, total paket pekerjaan yang dilelang dini pada Oktober 2021-Februari 2022 mencapai 2.092 paket dengan pagu Rp 35,1 triliun. Adapun, total anggaran Kementerian PUPR TA 2022 adalah Rp 100,6 triliun.

Advertisement

Secara rinci, PUPR telah menandatangani 43 paket paket pekerjaan senilai Rp 220 miliar hingga Desember 2020. Selain itu, sebanyak 795 paket konstruksi senilai Rp 17,36 triliun telah selesai tender dan siap kontrak dalam waktu dekat.

Proses pengadaan barang dan jasa ini dilakukan melalui beberapa metode, seperti tender/seleksi dan e-katalog sektoral PUPR. Kedua cara itu dinilai menjamin proses yang transparan, efektif, dan efisien.

Beberapa proyek yang akan menjadi fokus PUPR adalah penyelesaian Proyek Strategis Nasional (PSN), infrastruktur untuk persiapan Presidensi Indonesia dalam KTT G20 di Bali, penataan kawasan Mandalika, renovasi Taman Mini Indonesia Indah (TMII).

Kemudian persiapan ASEAN Summit di Tana Mori Labuan Bajo, pelaksanaan Padat Karya Tunai (PKT), Optimalisasi Pemeliharaan Operasi dan Rehabilitasi (OPOR), dan antisipasi penanganan bencana La Nina.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartanto mengatakan lelang dini akan mengoptimalisasi belanja Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Secara bersamaan, upaya ini juga mendukung peningkatan ekonomi nasional pada kuartal I-2022.

"Kami mengapresiasi Kementerian PUPR yang konsisten melakukan pelelangan dini setiap tahun. Semoga bisa dicontoh oleh K/L dan pemerintah daerah lainnya," kata Airlangga.

Airlangga menargetkan belanja pemerintah dapat berkontribusi mendorong perkonomian nasional tumbuh setidaknya 5% pada kuartal I-2022. Hal itu dibutuhkan agar target pertumbuhan ekonomi nasional hingga akhir tahun dapat menyentuh level 5,2%.

Reporter: Andi M. Arief
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait