Mantan Bos Twitter Sindir Facebook karena Gagal Garap Bisnis Kripto

Mantan CEO Twitter Jack Dorsey menyebut proyek mata uang kripto Meta, induk dari Facebook, buang-buang waktu.
Image title
3 Februari 2022, 10:25
facebook, twitter, mata uang kripto, jack dorsey
Reuters
Mantan CEO Twitter, Jack Dorsey, menyindir kegagalan Meta, induk dari Facebook, dalam mengembangkan mata uang kriptonya sendiri.

Induk Facebook, Meta, telah menjual lini bisnis mata uang kripto (cryptocurrency) mereka, Diem, karena dinilai gagal berkembang. Mantan CEO Twitter Jack Dorsey berkomentar bahwa apa yang dilakukan Meta terhadap bisnis kripto telah salah jalur.

Dorsey menilai bahwa skema bisnis yang dijalankan Diem tidak menarik sebab hanya menarik pengguna untuk masuk ke ekosistemnya sendiri.

"Mereka berupaya untuk mendapatkan lebih banyak orang ke ekosistem Facebook daripada menggunakan protokol dan standar terbuka seperti bitcoin," kata Dorsey dikutip dari Indian Express pada Kamis (3/2).

Padahal, jaringan internet yang memiliki mata uang asli membuka banyak pintu tidak hanya bagi perusahaan, tapi juga untuk orang biasa. Ia juga menilai, proyek cryptocurrency Meta ini buang-buang waktu. "Jadinya, usaha dan waktu terbuang sia-sia,” katanya.

Advertisement

Apabila Facebook tetap masih menerapkan skema bisnis yang sama dalam mengembangkan kripto, ia pun menilai upayanya tidak akan berhasil. "Dua tahun atau tiga tahun itu, atau berapa lama pun itu tidak akan berhasil," katanya.

Ia menyarankan agar Facebook lebih memilih bisnis bitcoin yang mudah diakses oleh lebih banyak orang di seluruh dunia. Selain itu, bisnis bitcoin akan menguntungkan bagi Facebook.

Meta telah menghentikan Diem dan menjualnya ke bank khusus kripto bernama Silvergate. Asosiasi di belakang Diem mengonfirmasi bahwa nilai penjualan asetnya mencapai US$ 200 juta atau Rp 2,8 triliun.

Diem dinilai tidak bisa berkembang. "Menjadi jelas dari dialog kami dengan regulator federal bahwa proyek Diem tidak dapat dilanjutkan," kata CEO Diem Stuart Levey dikutip dari The Verge pada Senin (31/1).

Meta memulai proyek Diem yang sebelumnya bernama Libra pada 2019. Meta membuat konsorsium yang berisi perusahaan teknologi dan finansial global. Saat itu, Meta berambisi bahwa Libra bisa menyaingi bitcoin.

Sedangkan, Dorsey sendiri merupakan pendiri Twitter yang telah berkecimpung di dunia kripto. Setelah mundur dari Twitter tahun lalu, Dorsey fokus berinvestasi di bitcoin. Dorsey merupakan penggemar lama bitcoin.

"Jika saya tidak berada di Square atau Twitter, saya akan mengerjakan bitcoin,” kata Dorsey pada Juni, dikutip dari Reuters, tahun lalu (30/11/2021).

Ia tertarik pada blockchain karena dianggap memiliki fungsi sebagai teknologi internet dasar yang tidak dikendalikan atau dipengaruhi oleh entitas mana pun. Ia pun menyukai sifat desentralisasi kekuasaan di internet.

Reporter: Fahmi Ahmad Burhan
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait