Luhut Sebut Pemerintah Segera Terima Proposal Investasi dari Tesla

Indonesia dan Tesla telah menandatangani NDA, sehingga nilai investasi tidak dapat diungkapkan.
Image title
3 Februari 2021, 21:13
tesla, investasi, luhut
ANTARA FOTO/REUTERS/Yilei Sun/hp/cf
Mobil Tesla Model 3 dan mobil sport Tesla Model X di sebuah ruang pameran Tesla baru di Shanghai, China, Jumat (8/5/2020).

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Marves) Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan pemerintah segera menerima proposal investasi dari produsen mobil listrik asal Amerika Serikat (AS), Tesla.

Dia memperkirakan Tesla akan menyampaikan proposalnya paling lambat besok, Kamis (4/2). "Saya pikir hari ini (Rabu) atau besok, dan non disclosure agreement (NDA) dengan Tesla sudah ditandatangani," katanya pada sebuah dialog virtual, Rabu (3/2).

Meski demikian, Luhut mengaku belum tahu seberapa besar investasi yang akan ditanamkan Tesla. Pemerintah juga belum bisa mengungkapkan detail rencana tersebut kepada publik. “Tapi kami sudah enam kali video call,” kata dia.

Sebelumnya, Ketua Tim Percepatan Proyek Baterai Kendaraan Listrik Agus Tjahajana dalam konferensi pers virtual, Selasa (2/2) mengungkapkan bahwa pihaknya masih melakukan komunikasi dengan Tesla dan mengaku masih mencari tahu ketertarikan investor global itu pada proyek di Indonesia.

"Kami dalam tahap negosiasi dan mencari tahu kira-kira apa ketertarikan Tesla. Tesla ini agak late comers. Kita sudah maju jauh 5-6 bulan di depan, Tesla baru belakangan masuk, sehingga kita sedang pelajari mereka mau masuknya ke mana,” kata dia.

Agus menambahkan bahwa berdasarkan hasil pembicaraan tersebut, Tesla tertarik untuk masuk ke energy storage system (ESS). Adapun Tesla merupakan satu dari tiga calon mitra kuat yang aktif berkomunikasi untuk merealisasikan proyek baterai kendaraan listrik di Indonesia. Dua investor lainnya yakni LG asal Korea Selatan dan CATL asal China.

Meski demikian, persaingan memperebutkan investasi dari Tesla cukup ketat. Indonesia juga berlomba dengan Thailand dan India untuk menjadi lokasi pabrik baterai lithium raksasa mobil listrik asal AS tersebut.

Tesla pun cukup selektif dalam memilih lokasi pabrik. Apalagi tren global saat ini investor harus memperhatikan aspek lingkungan. Hal ini sudah disampaikan CEO Tesla Elon Musk di Inggris dan negara Eropa lainnya.

Tak hanya di bidang mobil listrik, pemerintah juga merayu Tesla untuk mempertimbangkan Indonesia sebagai lokasi landasan atau launching pad roket Space X. Hal itu disampaikan Presiden Joko Widodo Jokowi kepada Musk melalui sambungan telepon beberapa waktu lalu.

Pada pembicaraan itu, Jokowi yang didampingi oleh Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan bertukar pandangan mengenai industri mobil listrik dan komponen utama baterai listrik.

“Presiden juga mengajak Tesla untuk melihat Indonesia sebagai launching pad Space X," kata Juru Bicara menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Jodi Mahardi dalam keterangan tertulis.

Reporter: Antara
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait