Tiga Anak Krakatau Steel Bersiap IPO, Bergerak di Bisnis Pelabuhan

Anak usaha Krakatau Steel, Krakatau Bandar Samudera bakal IPO bersama Krakatau Tirta Industri dan Krakatau Industrial Estate Cilegon.
Image title
Oleh Fariha Sulmaihati
14 Februari 2020, 20:09
krakatau steel, anak usaha, krakatau bandar samudera, pelabuhan cigading
ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan
Ilustrasi pelabuhan. Krakatau Steel berniat mendorong anak usahanya di bidang pelabuhan untuk IPO meski belum jelas kapan akan dieksekusi.

PT Krakatau Steel Tbk (kode emiten: KRAS) berencana membawa tiga anak usahanya ke pasar modal melalui skema penawaran saham perdana (initial public offering/IPO). Salah satunya yakni PT Krakatau Bandar Samudera (KBS) yang bergerak dalam bidang pengelolaan pelabuhan.

Direktur Utama Krakatau Steel Silmy Karim menjelaskan selain KBS, dua anak usaha lainnya juga bakal segera melantai di bursa saham, yakni PT Krakatau Tirta Industri (KTI) dan Krakatau Industrial Estate Cilegon (KIEC).

Namun, dia menjelaskan bahwa hingga saat ini perusahaan masih mengkaji pelepasan tiga anak usaha itu di bursa. "Kami sedang kaji tiga anak usaha Krakatau Steel," ujar Silmy kepada Katadata.co.id, Jumat (14/2).

Adapun KBS merupakan entitas anak Krakatau Steel yang mengelola Pelabuhan Cigading di Kawasan Industri Cilegon, Banten. Adapun fokus KBS menangani muatan curah (bulk) baik berupa bahan baku bijih besi, curah kering seperi gypsum, gula, kacang kedelai, hingga batu bara dan besi tua.

(Baca: Elnusa dan PTPP Berebut untuk Akuisisi Anak Usaha Krakatau Steel)

Pelabuhan Cigading disebut-sebut berpotensi menjadi pelabuhan kelas dunia. Sebab dengan kedalaman pelabuhan yang dimiliki, berbagai jenis kapal bisa bersandar. Mulai jenis handy, hingga capesize dengan kapasitas angkut 150 ribu ton.

Adapun dermaga luar KBS memiliki panjang 855 meter, dan panjang dermaga 243 meter, sedangkan panjang dermaga khusus tongkang 75 meter. Selain itu, dermaga ekspor di Pelabuhan Cigading juga mampu melayani hingga 10 kapal secara bersamaan.

Dengan berbagai fasilitas, Pelabuhan Cigading juga disiapkan untuk menangani segala jenis kargo curah, baik untuk muat, transshipment hingga pengolahan industri.

Selain menyediakan jasa bongkar muat, KBS juga memberikan jasa tambahan berupa pelayanan dengan konsep total landed cost, yakni memberikan kesempatan kepada konsumen untuk meraih produk yang lebih kompetitif. Secara umum jasa yang ditawarkan berupa, jasa dermaga, bongkar muat, jasa pengarungan dan jasa kawasan.

(Baca: Bayar Utang, Krakatau Steel Akan Lepas Anak Usaha hingga Jual Aset)

Untuk mendukung kegiatan tersebut, KBS menyediakan sebuah loading crane, empat buah unloading crane, dua buah sistem conveyor, suplai air, dan listrik. Total lahan yang dimiliki KBS di Pelabuhan Cigading mencapai 240 hektare (ha), dengan tiga buah gudang tertutup masing-masing berkurukan 30 x 130 meter.

Pada pertengahan tahun lalu, KBS baru saja meresmikan dua dermaga barunya yakni dermaga 7.1 dan 7.2. Dermaga tersebut memiliki total kapasitas 3,5 juta ton, serta dapat disandari kapal dengan bobot 70 ribu DWT berjenis panamax. Dengan beroperasinya dermaga tersebut, maka kapasitas bongkar muat yang dimiliki KBS menjadi 25 ribu ton.

Reporter: Fariha Sulmaihati

Video Pilihan

Artikel Terkait