Blue Bird Buka Peluang Gandeng Platform Teknologi Selain Go-Jek

Blue Bird berencana menjalin kolaborasi dengan platform teknologi untuk memperluas akses layanannya kepada konsumen.
Image title
17 Januari 2019, 17:19
Gojek Bluebird
ANTARA FOTO/Wahyu Putro A
Menko Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan (kanan) bersama Menhub Budi Karya Sumadi menaiki taksi Blue Bird menggunakan aplikasi Go-Bluebird ketika peluncuran di Jakarta, Kamis (30/3). Kerjasama kedua perusahaan itu untuk memungkinkan masyarakat dapat memesan taksi Blue Bird secara khusus dalam aplikasi GO-JEK sekaligus meningkatkan produktivitas pengemudi.

PT Blue Bird Tbk. membuka peluang berkolaborasi dengan berbagai platform teknologi penyedia jasa transportasi untuk meningkatkan akses masyarakat terhadap produk jasa transportasi Blue Bird. Saat ini Blue Bird baru menjalin kolaborasi dengan PT Go-Jek Indonesia melalui fitur Go-Bluebird pada aplikasi Go-Jek.

Chief Financial Officer Blue Bird Sandy Permadi mengatakan, dengan semakin meningkatnya akses, maka dampaknya akan sangat baik terhadap bisnis Blue Bird. "Pada intinya konsep Bluebird kan omnichannel, jadi kami konsisten dengan konsep itu. Kami terbuka (berkolaborasi) dengan berbagai pihak karena semakin banyak pihak yang bisa mengakses produk kita, maka akan semakin baik," kata Sandy ketika ditemudi di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Kamis (17/1).

Sandy mengatakan, perusahaan berkode saham BIRD ini akan tetap konsisten menggunakan konsep bisnis omnichannel atau menggunakan semua saluran pemasaran baik fisik maupun non fisik. Sehingga, masyarakat atau konsumen akan lebih mudah mengakses layanan Blue Bird melalui berbagai platform.

(Baca: Tinggalkan Argo, Bluebird Siap Adopsi Skema Tarif Taksi Online)

Advertisement

Sandy mengungkapkan, saat ini, Blue Bird tengah mengkaji kerjasama dengan Go-Jek yang sudah terjalin sejak awal tahun 2017 dengan meluncurkan fitur Go-Bluebird. Fitur ini memudahkan konsumen dalam memesan taksi Blue Bird dengan cepat melalui aplikasi Go-Jek. Kolaborasi ini bertujuan untuk meningkatkan pangsa pasar masing-masing perusahaan.

Jika menggunakan fitur Go-Blue Bird, pengguna secara khusus akan memesan taksi Blue Bird. Tarifnya mengacu pada ketentuan tarif taksi konvensional yang diberlakukan Blue Bird, dengan menggunakan argo. Dalam fitur Go-Car, pengguna hanya bisa mendapatkan taksi Blue Bird jika memang tidak ada mitra pengemudi Go-Car di sekitarnya, sehingga tarif yang berlaku adalah mekanisme tarif Go-car.

Sayangnya, Sandy masih enggan menjabarkan hal apa saja yang didiskusikan Blue Bird dengan Go-Jek. Dia hanya mengatakan, jika banyak faktor dari kerja sama tersebut yang sedang dikaji oleh kedua belah pihak. "Tahun ini kita akan coba review kolaborasi yang kita lakukan. Kita juga masih terbuka untuk kolaborasi dengan pihak lain. Intinya masih dalam proses, jadi belum bisa bicara banyak," kata Sandy.

Selain itu, Blue Bird juga menggandeng aplikasi mobile financial services Telkomsel, TCash sebagai penyedia layanan pembayaran. Dengan begitu, pengguna Blue Bird dapat membayar layanan yang dipesannya melalui aplikasi My Blue Bird maupun secara langsung dengan TCash.

(Baca: Regulasi Baru Taksi Online Mengatur Tarif, Kuota dan Standar Layanan)

Reporter: Ihya Ulum Aldin
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait