Ajaib Akuisisi 24% Saham Bank Bumi Arta Senilai Rp 745 Miliar

Ajaib mengakusisi 24% saham Bank Bumi Arta dari sejumlah pemegang saham lama.
Image title
19 November 2021, 19:07
Ajaib
Instagram Ajaib
Capaian Ajaib saat jumlah investor saham mencapai 1.032.822 orang.

PT Takjub Finansial Teknologi (Ajaib) resmi memiliki 24% atau 554,4 juta saham PT Bank Bumi Artha Tbk. Ajaib memiliki Bank Bumi Arta melalui rekening efek PT Ajaib Sekuritas Asia.

Kepemilikan Ajaib di Bank Bumi Arta terungkap melalui laporan kepemilikan saham investor di atas 5% saham yang disampaikan Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI). Dalam laporan tersebut, nama Ajaib baru muncul per 17 November 2021.

Berdasarkan keterbukaan informasi, Jumat (19/11), Ajaib masuk ke Bank Bumi Arta dengan melakukan pembelian sebagian saham pada pemegang saham lama di harga Rp 1.345 per saham. Artinya, Ajaib menggelontorkan dana Rp 745,66 miliar untuk membeli saham tersebut.

Saham Bank Bumi Arta dijual oleh PT Surya Husada Investment sebanyak 277,2 juta unit saham dan mengantongi Rp 372,83 miliar. Saat ini perusahaan punya 772,8 juta saham atau setara 33,5%.

Advertisement

Lalu, PT Dana Graha Agung menjual saham Bank Bumi Arta sebanyak 166,32 juta saham dan mengantongi Rp 223,7 miliar. Saat ini, perusahaan memiliki 463,68 juta atau setara 20,07% saham Bank Bumi Arta.

PT Budiman Kencana Lestari menjual 110,88 juta saham Bank Bumi Arta dan mengantongi Rp 149,13 miliar. Saat ini perusahaan memiliki 309,12 juta saham atau setara 13,38%.

Adapun, harga pembelian saham Bank Bumi Arta oleh Ajaib, lebih rendah dibandingkan harga di pasar saham. Sehingga, harga saham Bank Bumi Arta anjlok saat Ajaib membeli 24% saham Bank Bumi Arta.

Pada perdagangan Rabu (17/11), harganya ditutup turun 6,9% menjadi Rp 3.510 per saham. Sehari setelahnya, harganya masih anjlok 6,84% menjadi Rp 3.270 per saham. Namun, pada perdagangan Jumat (19/11), harga saham BNBA naik 5,5% menjadi Rp 3.450 per saham.

Seperti diketahui, Ajaib baru saja resmi menjadi unicorn ke-7 di Indonesia. Peningkatan status terjadi setelah perusahaan teknologi finansial (fintech) bidang investasi saham dan reksa dana itu menggalang dana Seri B senilai US$ 153 juta atau setara Rp 2,18 triliun dari DST Global.

Co-Founder & CEO Ajaib Group Anderson Sumarli mengatakan status unicorn diperoleh hanya dalam waktu kurang dari tiga tahun. Dengan demikian, Anderson mengklaim perusahaannya menjadi startup tercepat yang meraih status unicorn di Asia Tenggara.

"Pendanaan kali ini membuat Ajaib sudah mengumpulkan US$ 243 juta atau Rp 3,46 triliun hanya pada 2021," ujarnya dalam keterangan tertulis, Senin (4/10).

Pendanaan Seri B dipimpin oleh DST Global, bersama dengan investor terdahulu Alpha JWC, Ribbit Capital, Horizons Ventures, Insignia Ventures, dan SoftBank Ventures Asia. DST Global dan Ribbit Capital juga merupakan investor dalam Robinhood, fintech investasi saham di Amerika Serikat (AS).

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait