Disrupsi Calendar of Event Pariwisata Sambut New Normal

Luki Safriana
Oleh Luki Safriana
20 Juni 2020, 11:00
Luki Safriana
Ilustrator: Joshua Siringoringo | Katadata
Pengunjung beraktivitas di kawasan Kota Tua, Jakarta, Minggu (17/5/2020). Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama Kusubandio mengajak industri pariwisata untuk menerapkan protokol kesehatan yang diterapkan secara ketat untuk menghadapi kehidupan normal yang baru (New Normal) di mana masyarakat harus hidup berdampingan dengan COVID-19.

Covid-19 memiliki dampak luar biasa terhadap sendi kehidupan. Tidak hanya korban jiwa – angka kerugian yang ditimbulkan pun sangat besar. Salah satu industri yang terhantam paling keras adalah pariwisata. Sederhananya, hampir semua negara dan kota di dunia menutup atau meminimalisir daerahnya dari kedatangan turis untuk menghambat laju penularan pandemi.

Masyarakat yang khawatir lebih memilih untuk stay at home dan keluar rumah hanya untuk kebutuhan primer sehari-hari. Hal ini bertolak belakang dengan dimensi pendekatan pariwisata yang identik dengan kata “jalan-jalan”.

Advertisement

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Wishnutama Kusubandio, (4/5/2020) menyatakan pariwisata merupakan sektor pertama dan yang paling terdampak pandemi Covid-19. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) pada Maret 2020 turun sebesar 45,50% dibandingkan Februari 2020.

Apabila dibandingkan dengan Maret 2019, maka jumlah kunjungan wisman pada Maret 2020 mengalami penurunan sebesar 64,11%. "Secara kumulatif pada Januari hingga Maret 2020, jumlah kunjungan wisman ke Indonesia mencapai 2,61 juta kunjungan atau turun 30,62% dibandingkan dengan jumlah kunjungan wisman pada periode yang sama tahun 2019 yang berjumlah 3,76 juta kunjungan," ucapnya.

(Baca: Dampak Corona, Kadin Prediksi Bisnis Perhotelan Baru Pulih Pada 2023)

RENCANA PENERAPAN SOP DESTINASI PARIWISATA
Ilustrasi. Destinasi wisata di tengah pandemi corona. ANTARA FOTO/Hendra Nurdiyansyah/hp.)

Nasib Calender of Event dalam Era Disrupsi

Mengetahui pengaruh strategis dan potensial suatu event dalam menambah daya saing daerah tujuan, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif merilis Calendar of Event (COE) 2020 yang memuat seratus event terbaik nasional dan tersebar di 34 provinsi. COE diharapkan dapat menarik kedatangan turis sehingga mendorong pengembangan industri kreatif, meningkatkan perekonomian masyarakat setempat dengan terbukanya lapangan kerja baru, dan meningkatkan perolehan devisa Indonesia secara keseluruhan.

Indonesia sudah memiliki COE sejak empat tahun lalu, yang disusun dan dipromosikan secara besar-besaran oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Ratusan event yang ada dibagi menjadi festival and cultural events, entertainment events, dan sport events dengan kualitas terbaik melalui level kurasi ketat oleh para ahli dibidangnya.

Pandemi corona memang menghancurkan semua rencana COE terkini yang telah dibuat matang-matang. Stakeholder terancam gulung tikar. Dalam kurun waktu satu sampai tiga bulan kedepan, sebagian besar daerah memutuskan untuk membatalkan event. Pada era new normal ini, tiap daerah bergegas menyusun protokol kesehatan yang mampu menopang aktivitas pariwisata meski belum dapat pulih sepenuhnya.

Dalam era new normal, tata ulang market serta destinasi pariwisata itu sendiri perlu dipertimbangkan sejalan dengan aspek protokol kesehatan. Kolaborasi dengan sektor industri lain pun mungkin akan diperlukan—misalnya, penurunan tarif penerbangan hingga 50% untuk destinasi pariwisata tertentu. Pemulihan dilakukan perlahan karena memang pandemi masih mengintai.

(Baca: Penumpang Dibatasi 70%, Maskapai Boleh Naikkan Harga Tiket Pesawat)

Halaman:
Luki Safriana
Luki Safriana
Pengajar Paruh Waktu Prodi S1 Event Universitas Prasetiya Mulya, Mahasiswa Doktoral PSL-IPB University
Editor: Redaksi

Catatan Redaksi:
Katadata.co.id menerima tulisan opini dari akademisi, pekerja profesional, pengamat, ahli/pakar, tokoh masyarakat, dan pekerja pemerintah. Kriteria tulisan adalah maksimum 1.000 kata dan tidak sedang dikirim atau sudah tayang di media lain. Kirim tulisan ke [email protected] disertai dengan CV ringkas dan foto diri.

Berita Katadata.co.id di WhatsApp Anda

Dapatkan akses cepat ke berita terkini dan data berharga dari WhatsApp Channel Katadata.co.id

Ikuti kami

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...
Advertisement