Nusabin Srikandi Diluncurkan, Teknologi Pemilah Sampah Akurasi 95%

Platform digital Nusabin menawarkan solusi terpadu untuk penanganan sampah. Simak ragam solusinya.
Image title
Oleh Arif Hulwan - Tim Publikasi Katadata
19 Agustus 2025, 13:24
Nusabin menawarkan inovasi untuk mengatasi isu sampah.
Nusabin
Nusabin menawarkan inovasi untuk mengatasi isu sampah.
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Saat penanganan sampah masih jadi masalah besar, Nusabin menawarkan solusi berupa teknologi pemilahan sampah dengan akurasi tinggi dari hulu hingga hilir.

Inovasi pertama terkait sampah adalah Nusabin Srikandi, sebuah tempat sampah cerdas yang dapat mengidentifikasi dan memisahkan sampah secara otomatis dengan tingkat akurasi mencapai 95%. Srikandi memiliki sistem dual-chamber untuk bahan anorganik, area khusus untuk bahan organik, serta komposter yang terintegrasi.

Teknologi srikandi dapat memanfaatkan limbah makanan diubah menjadi kompos hanya dalam tujuh jam, mengurangi risiko pencemaran sekaligus menciptakan produk bernilai tambah. Pengguna tidak perlu berinteraksi secara langsung dengan limbah, karena semua proses dilakukan secara bersih dan tanpa kontak.

Data SIPSN (Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional) tahun 2024 mencatat bahwa timbulan sampah nasional sudah mencapai 34,6 juta ton per tahun. Dari jumlah itu, hanya 47,1% yang terkelola dengan baik, sementara 52,9% sisanya masih tercecer dan tidak tertangani.

Masalah ini sebagian besar bermula dari sumber hulu rumah tangga dan aktivitas harian yang menyumbang 53,7% dari total timbulan sampah.

Sampah yang dibuang tanpa pemilahan membuat daur ulang semakin sulit dilakukan. Sisa makanan yang mendominasi 39,2% timbulan sampah pun sering berakhir di TPA, menumpuk tanpa pengolahan.

Kondisi ini bukan hanya menambah beban lingkungan, tetapi juga memperpendek umur tempat pembuangan akhir.

Dalam banyak kasus, sampah diangkut begitu saja tanpa upaya pengurangan volume, sehingga biaya transportasi semakin tinggi.

Nusabin membawa satu keyakinan bahwa pengelolaan limbah harus dimulai dari awal, sejak limbah pertama kali dibuang. Teknologi cerdas yang diciptakan oleh Nusabin bertujuan untuk mengatasi masalah yang ada di lapangan dari kurangnya pemilahan, kelebihan limbah makanan, meningkatnya volume, hingga tidak adanya data waktu nyata untuk mendukung keputusan.

Kapasitas TPS

Isu sampah tidak hanya terhenti pada proses pemilahan. Di sejumlah kota, jumlah sampah yang terus bertambah membuat TPS dan TPA kehabisan kapasitas.

Nusabin Gatotkaca diciptakan untuk mengatasi masalah ini. Melalui sistem pemadatan tenaga surya, Gatotkaca berhasil menurunkan volume sampah hingga 80%, sehingga frekuensi pengangkutan dapat dikurangi hingga 70%. 

Desain yang tertutup dengan baik membuatnya tidak berbau dan terlindungi dari hama serta pemulung. Seluruh data kapasitasnya terintegrasi dengan dashboard digital, memfasilitasi pemantauan secara real-time.

Ketiadaan data real-time memang menjadi salah satu titik lemah dalam sistem pengelolaan sampah kita. Banyak armada pengangkut masih bekerja berdasarkan jadwal manual, tanpa mempertimbangkan kondisi lapangan. 

Nusabin menanggapi hal ini dengan memperkenalkan Nusabin Nakula, sensor AI yang dapat memberikan laporan kapasitas secara real-time.

Data ini selanjutnya dikirim ke aplikasi Nusabin Sadewa yang terintegrasi, mendukung pemerintah daerah dan pengelola sampah dalam mengatur pengangkutan dengan lebih efisien.

Solusi Minyak Jelantah

Di samping itu, Nusabin juga merancang solusi khusus untuk dua masalah penting yang sering diabaikan. Pertama, limbah minyak jelantah yang kerap dibuang sembarangan padahal dapat diolah menjadi sumber energi baru.

Untuk itu, terciptalah Nusabin Palapa. Teknologi penyaringan dan verifikasi pintar memungkinkan pengguna untuk membuang minyak jelantah dengan cara yang higienis hanya dalam waktu 30 detik.

Sistem imbalan yang berbasiskan rupiah yang terintegrasi dengan aplikasi meningkatkan motivasi masyarakat untuk berpartisipasi, sekaligus menciptakan peluang untuk ekonomi sirkular yang berbasis energi terbarukan.

Kedua, tantangan dalam mengelompokkan sampah ke dalam lima jenis utama. Nusabin Arjuna hadir sebagai solusi pemilahan otomatis yang dapat mengidentifikasi lima jenis limbah berbeda, langsung dalam satu tempat cerdas.

Melalui integrasi data menggunakan aplikasi Nusabin Sadewa, sistem ini tidak hanya memudahkan masyarakat dalam memilah, tetapi juga menawarkan catatan digital yang dapat digunakan untuk pemantauan, edukasi, hingga kebijakan berbasis data.

Seluruh rangkaian inovasi Nusabin ini dibuat untuk mengaitkan titik terpenting dalam siklus limbah: hulu dan hilir. Melalui teknologi yang dapat memilah, memadatkan, memantau, dan mendidik, Nusabin menunjukkan bahwa pengelolaan sampah kini tidak perlu bersifat reaktif. Ini dapat menjadi strategi yang terukur, berbasis data, dan berfokus pada masa depan.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...