BIG Consensus Insights: Kebijakan BI Rate Cenderung Ketat di Masa Depan
BIG Consensus Insights yang dilaksanakan oleh DataIndonesia, bagian dari riset Bisnis Indonesia Group (BIG), menghimpun proyeksi suku bunga acuan BI periode Juli 2026 dari 18 ekonom dan analis terkemuka di tanah air.
Sebanyak 10 ekonom/analis (55,56 persen) memperkirakan BI Rate akan naik dan 8 ekonom/analis (44,44 persen) memproyeksi BI Rate akan tetap.
Berdasarkan hasil survei BIG Consensus Insights, nilai tengah atau median dari proyeksi BI Rate berada pada level 6,00 persen.
Data Bank Indonesia menunjukkan BI Rate terakhir kali bertengger di level 6% pada Desember 2024. Sepanjang semester I/2026, BI tercatat telah mengerek naik suku bunga acuan sebesar 100 bps.
Survei BIG Consensus Insights juga menunjukkan lima faktor yang diproyeksi paling mempengaruhi keputusan BI Rate dalam RDG Bank Indonesia, yaitu stabilitas rupiah (32,61 persen), arus modal asing (19,57 persen), inflasi domestik (15,22 persen), kebijakan suku bunga The Fed (15,22 persen), dan risiko geopolitik (8,7 persen).
Selain itu, para ekonom dan analis juga menyoroti faktor pertumbuhan ekonomi domestik, harga komoditas, dan likuiditas perbankan.
Lebih lanjut, sebanyak 77,78 persen ekonom/analis yang berpartisipasi dalam survei BIG Consensus Insights menilai bahwa arah kebijakan BI ke depan cenderung hawkish.
Hal itu mencerminkan keyakinan yang cukup tinggi dari para ekonom/analis terhadap berlanjutnya kebijakan pengetatan moneter BI hingga akhir tahun ini atau dikenal dengan kondisi higher for longer.
Proyeksi BI Rate Juli 2026 berdasarkan BIG Consensus Insights
