Ekonomi Melingkar, Solusi Sampah Indonesia

Oleh Jeany Hartriani, 5/9/2016, 14.03 WIB

Dari sisi ekonomi, sampah menjadi komoditas yang berpotensi dikembangkan.

Unduh Infografik
Share

Indonesia merupakan produsen sampah plastik terbesar dunia setelah Cina. Dalam setahun, produksi sampah plastik Indonesia mencapai 3,22 juta ton.

Salah satu penyebab menumpuknya sampah Indonesia ditengarai akibat tata kelola yang minim. Lebih dari separuh sampah plastik hanya berakhir tertimbun di Tempah Pembuangan Akhir (TPA). Sementara  jumlah sampah yang didaur ulang hanya 8 persen. Sisanya, limbah diolah dengan cara tidak ramah lingkungan, seperti dibakar.

Salah satu solusi penanganan sampah yang tengah berkembang adalah model bisnis ekonomi melingkar (circular economy). Sistem ekonomi ramah lingkungan yang berasal dari Eropa ini berupaya mempertahankan nilai produk agar dapat digunakan berulang-ulang tanpa menghasilkan sampah (zero waste) melalui cara daur ulang (recycling), penggunaan kembali (reuse) atau produksi ulang (remanufacture).

Dari sisi ekonomi, sampah menjadi komoditas yang berpotensi dikembangkan. Pada 2015, nilai bisnis sampah mencapai Rp 35,5 miliar. Bisnis ini patut diperhitungkan mengingat pertumbuhan usaha terkait sampah mencapai 7,2 persen setiap tahunnya.