Strategi Pertamina Kelola Blok Mahakam

Oleh 18/12/2017, 15.00 WIB

Hingga kini cadangan minyak dan gas di Blok Mahakam diperkirakan masih berkisar 105 juta barel dan 4,9 triliun kaki kubik.

Unduh Infografik
Share

Mulai 1 Januari 2018, PT Pertamina (Persero) mengambil alih pengelolaan Blok Mahakam setelah 50 tahun beroperasi. Dengan pengalaman mengelola blok migas offshore di North West Java dan West Madura, perusahaan pelat merah ini optimistis mampu mengelola Blok Mahakam dengan baik.

Blok Mahakam merupakan salah satu blok gas andalan pemerintah yang terletak di delta Sungai Mahakam, Kutai Kertanegara, Kalimantan Timur. Hingga kini cadangan minyak dan gas di blok tersebut diperkirakan masih berkisar 105 juta barel dan 4,9 triliun kaki kubik.

Sebagai pengelola Blok Mahakam, Pertamina telah menyiapkan sejumlah persiapan, yakni percepatan pengeboran di 15 sumur hingga akhir tahun 2017 dan melakukan penebalan reservoir. Menurut Direktur Utama Pertamina Hulu Indonesia Bambang Manumayoso, setiap satu sumur yang dibor berkontribusi menambah cadangan sekitar 2-3 bcf. Ini artinya dapat menambah masa produksi blok hingga 20 tahun ke depan. 

Direktur Utama Pertamina Elia Massa Manik menambahkan, lantaran usia Blok Mahakam yang sudah tua maka upaya menahan laju penurunan produksi sangat penting. Pertamina menginvestasikan dana sebesar US$ 700 juta untuk mengebor sumur dan menyiapkan US$ 1 miliar untuk biaya operasional di Blok Mahakam pada tahun depan.