LinkAja, Koalisi 7 BUMN Saingi Go-Pay dan OVO

Oleh Tim Redaksi, 11/3/2019, 15.39 WIB

Berdasarkan data Bank Indonesia, nilai transaksi uang elektronik mencapai Rp 47,2 triliun pada 2018, naik 281 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

LinkAja
Unduh Infografik
Share

Tujuh Badan Usaha Milik Negara (BUMN) membangun aplikasi pembayaran elektronik LinkAja. Aplikasi tersebut untuk menyaingi Go-Pay dan OVO yang saat ini memimpin pasar uang elektronik di tanah air. LinkAja merupakan transformasi dari tcash yang saat ini di bawah PT Fintek Karya Nusantara (Finarya), anak usaha Telkomsel.

Ketujuh BUMN tersebut antara lain, Telkomsel yang memiliki 25 persen saham.Kemudian Bank Mandiri, BRI, dan BNI masing-masing 20 persen. Pertamina dan BTN berbagi saham 7 persen, sedangkan Jiwasraya berkontribusi 1 persen.

Berdasarkan data Bank Indonesia, nilai transaksi uang elektronik mencapai Rp 47,2 triliun pada 2018, naik 281 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Sementara jumlah transaksi mencapai 2,9 miliar pada 2018, tumbuh 210 persen dari 2017. Menurut Daily Social, Go-Pay merupakan aplikasi yang paling populer di Indonesia.