Buka-Tutup Gerai, Strategi Bertahan di Tengah Ketatnya Persaingan

Oleh Yosepha Pusparisa, 2/7/2019, 07.21 WIB

Sepanjang 2015-2019, total gerai milik Hero Group yang tutup mencapai 284 gerai.

Unduh Infografik
Share

Hero Group berencana menutup enam gerai Giant yang berada di Depok, Bekasi, dan Jakarta Timur pada akhir Juli 2019. Rencana tersebut memperpanjang daftar supermarket milik Hero Group yang tutup. Sepanjang 2015-2019, total gerai milik Hero Group yang tutup mencapai 284 gerai. Penutupan tersebut didorong melemahnya penjualan sementara biaya operasional terus bertambah.

(Baca: Hero Ungkap Alasan Tutup Giant, Soal Persaingan dan Setel Ulang Bisnis)

Penutupan gerai menjadi salah satu strategi berbagai perusahaan retail untuk bertahan. Persaingan bisnis yang makin ketat, mendorong perusahaan menutup gerai yang dianggap tidak efisien lalu membuka gerai baru di beberapa tempat yang dianggap lebih strategis dan menguntungkan.

(Baca: Menengok 6 Gerai Giant yang Akan Tutup)

Selain Hero Group, beberapa perusahaan lain yang melaukan taktik ini antara lain PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAP) dan Matahari Department Store. MAP menutup 339 gerai tapi juga membuka 321 gerai baru. Sementara Matahari Department Store menutup tiga gerai, lantas membuka 24 gerai yang kebanyakan di luar Pulau Jawa.

(Baca: Giant Supermarket Tutup, 4 Perusahaan Ini Lebih Dulu Tutup Gerai)

Kendati demikian, ada beberapa perusahaan yang terpaksa gulung tikar akibat gagal bertahan, seperti 7Eleven, Disc Tarra, dan Aquarius.