Infografik: Ongkos Besar untuk Ibu Kota Baru

Oleh Andrea Lidwina, 6/9/2019, 06.55 WIB

Pembiayaan dilakukan dengan beberapa strategi, seperti dengan pemanfaatan aset negara di Jakarta dan ibu kota baru, serta penerbitan obligasi.

Unduh Infografik
Share

Pemerintah telah menyiapkan rancangan pembangunan infrastruktur ibu kota baru. Dari rencana tersebut, pembangunan ibu kota baru akan meliputi pembangunan istana dan kantor lembaga negara; perumahan dinas dan umum, fasilitas pendidikan dan kesehatan; serta ruang terbuka hijau. Pemerintah telah menyiapkan dua skenario pembiayaan untuk pembangunan tersebut.

Pertama, dengan ibu kota seluas 40 ribu hektar dan jumlah penduduk sekitar 1,5 juta jiwa, biaya yang dibutuhkan mencapai Rp 466 triliun. Kedua, dengan ibu kota seluas 30 ribu hektar dan jumlah penduduk sekitar 870 ribu jiwa, biaya yang dibutuhkan mencapai Rp 323 triliun.

Kedua skenario pembiayaan itu akan bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sebesar 19,2 persen, Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU) sebesar 54,4 persen, dan investasi swasta sebesar 26,4 persen.

Pembiayaan pun bisa dilakukan dengan beberapa strategi. Di antaranya dengan pemanfaatan aset negara di Jakarta dan ibu kota baru, penerbitan obligasi oleh pemerintah pusat dan daerah. Selain itu, sekuritisasi infrastruktur, KPBU dalam bentuk dual contract, dan konsorsium antara BUMN dengan swasta.