Tes Massal Covid-19 Indonesia Tertinggal dari Negara Lain

Oleh Andrea Lidwina, 7/4/2020, 17.40 WIB

Rasio spesimen Covid-19 yang diuji Indonesia masih rendah dibandingkan dengan sejumlah negara Asia lain.

Unduh Infografik
Share

Tes massal merupakan salah satu langkah untuk mengantisipasi penyebaran Covid-19. Upaya ini telah dilakukan pemerintah, meski dinilai belum optimal. Dibandingkan dengan negara lain, rasio spesimen yang diuji pun masih relatif rendah yakni hanya 48 orang per 1 juta populasi pada 6 April 2020. (Baca: Kasus Positif Covid-19 Bertambah 247, Terbanyak dari Jakarta & Jabar)

Perbandingan ini jauh di bawah negara-negara lain di Asia. Korea Selatan telah melakukan tes virus corona pada 9.205 orang per sejuta penduduk. Begitu pula dengan Singapura, Taiwan, dan Malaysia yang rasio tesnya mencapai ribuan orang. (Baca: Jaga Jarak dan Lockdown Efektif Lawan Corona di Eropa)

Tes massal di Indonesia dilakukan dengan mengambil sampel darah pasien untuk deteksi antibodi (rapid test). Jika hasilnya positif, pasien akan melanjutkan pemeriksaan Polymerase Chain Reaction (PCR), kemudian diuji di laboratorium. Sementara itu, jika hasilnya negatif, rapid test akan diulang pada 10 hari berikutnya. (Baca: Akibat Corona, Pendapatan Negara 2020 Diprediksi Turun 10%)