INFOGRAFIK: Greenland “Daratan Es” yang Diincar Trump
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump tengah menyiapkan rencana untuk mengakuisisi Greenland, sebuah negara semi-otonom Denmark sejak 1979 yang letaknya dekat dengan Laut Arktik. Rencana akuisisi daratan beku itu disebut strategis bagi keamanan AS. Upaya pengambilalihannya akan meliputi pembelian hingga opsi militer.
“Presiden dan timnya sedang membahas berbagai opsi untuk mengejar tujuan kebijakan luar negeri yang penting ini, dan tentu saja, penggunaan Militer AS selalu menjadi pilihan yang tersedia bagi Panglima Tertinggi.” kata sekretaris pers Gedung Putih Karoline Leavitt pada 6 Januari lalu, dikutip dari CNN.
Sebetulnya sudah sejak lama Negeri Paman Sam itu mengincar daratan beku Greenland. Pada 1867, pemerintah AS sempat mendiskusikan mengenai pembelian Greenland dengan Denmark, tetapi tawaran itu ditolak. Pada 1946, AS menawarkan US$100 juta agar bisa mengendalikan daratan Greenland, tetapi tawaran itu masih ditolak Denmark.
Pada April 1951, AS dan Denmark membuat kesepakatan yang mengizinkan pendirian pangkalan militer AS di daratan Greenland. Saat periode pertama kepemimpinan Donald Trump, ia sempat kembali menggulirkan proposal pembelian Greenland, tetapi Denmark dan Greenland masih menolak tawaran itu.
American Action Forum, sebuah lembaga kajian yang berhaluan ke Partai Republik AS, pernah mempublikasikan laporan bertajuk “Pricing Greenland: The Essence of the Deal”. Dalam laporan itu, Greenland ditaksir memiliki potensi sumber daya alam mencapai US$2,7 triliun, sebab Greenland punya banyak cadangan sumber daya alam yang besar.
Potensi sumber daya alam itu belum tereksplorasi sepenuhnya, karena 81,1% wilayahnya masih tertutup es. Dengan wilayah seluas 2,16 juta kilometer persegi, atau kurang lebih tiga kali luas Pulau Papua, wilayah ini bahkan hanya dihuni oleh 56,6 ribu jiwa.Secara geografis, Greenland juga terletak di dekat laut arktik, diimpit negara-negara Nordik di sisi timur dan Kanada di sisi barat.
Menurut laporan American Action Forum dan lembaga kajian Orenia Insights, setidaknya ada tiga alasan mengapa Greenland sangat strategis bagi AS. Pertama, selain membuat wilayah AS yang makin besar dan menguntungkan secara geopolitik, Greenland juga diklaim bisa menjadi jalur perdagangan baru jika es di kutub utara semakin mencair.
Kedua, cadangan sumber daya alam Greenland yang juga sangat besar dan sangat siap dieksplorasi. Yang terakhir, Greenland dianggap sebagai lokasi ideal untuk pangkalan militer AS. Itu membuat Trump akan semakin mudah memantau pesaingnya secara geopolitik, yakni Cina dan Rusia. Itu juga membuat AS punya deteksi dini lebih baik ketika mendapat serangan udara.
