KOMIK: Perdamaian Dunia Ala Trump
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump punya “resep” sendiri untuk menjaga perdamaian dunia. Trump mengundang sejumlah negara untuk bergabung dalam Dewan Perdamaian (Board of Peace) besutannya.
Dewan Perdamaian merupakan perjanjian multilateral untuk mengawasi stabilitas dan rehabilitasi pascakonflik di Gaza, dengan Trump sebagai Ketua Pendiri Seumur Hidup. Pembentukan resmi diumumkan Trump tidak lama setelah AS menarik diri dari keanggotaan di 31 organisasi Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB).
Keanggotaan dalam organisasi hanya untuk negara yang mendapat undangan. Negara yang bergabung sebagai anggota permanen wajib membayar US$1 miliar atau sekitar Rp16,9 triliun. Indonesia adalah salah satu negara yang memutuskan bergabung.
“Kehadiran Board of Peace ini adalah langkah konkret dan tangible setelah sekian lama, agar perdamaian benar-benar mengarah pada kemerdekaan Palestina dan solusi dua negara,” kata Menteri Luar Negeri Sugiono dalam keterangan tertulis, Sabtu, 24 Januari.
Di sisi lain, Trump melakukan langkah-langkah agresif untuk merebut daratan Greenland yang berada di bawa administrasi Denmark. Hal ini menyebabkan ketegangan meningkat antara AS dengan negara-negara The North Atlantic Treaty Organization (NATO).
Trump mengaku, ambisinya untuk merebut Greeland secara agresif juga buntut ia gagal memenangkan penghargaan Nobel Perdamaian. Hal ini ia ungkap dalam pesan terbukanya kepada Perdana Menteri Norwegia Jonas Gahr Store.
“Mengingat negara Anda memutuskan untuk tidak memberi saya penghargaan Nobel Pedamaian setelah menghentikan delapan perang lebih, saya tidak lagi berkewajiban untuk memikirkan perdamaian,” tulis Trump, Minggu, 18 Januari.
Ini bukan pertama kalinya Trump menggunakan kekuatan militer dan agresif memicu ketegangan dengan negara lain. Sejak kembali memimpin sebagai Presiden AS, Trump membuat ketegangan geopolitik memuncak lewat perang dagang Jilid II terutama dengan negara Amerika Utara dan Cina, serangan terhadap fasilitas nuklir Iran, hingga intervensi ke Venezuela.
Presiden RI ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono menuliskan kekhawatirannya akan dinamika geopolitik beberapa waktu terakhir. Ia mengusulkan agar PBB mengundang pemimpin dunia dan berembuk untuk mencegah krisis dunia dalam skala besar, termasuk kemungkinan terjadinya perang dunia.
“Sangat mungkin Perang Dunia Ketiga terjadi. Meskipun, saya tetap percaya hal yang sangat mengerikan ini bisa dicegah,” tulis SBY dalam cuitannya di platform X, Senin, 19 Januari.
