INFOGRAFIK: Komando Siaga Satu Imbas Konflik Timur Tengah
Tentara Nasional Indonesia (TNI) mengeluarkan perintah siaga I lewat surat telegram dalam merespons konflik Timur Tengah. Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Puan Maharani berencana memanggil Panglima TNI Agus Subiyanto terkait hal tersebut.
“Sebaiknya memang aparat hukum atau TNI selalu siap siaga, tapi keluar surat seperti itu dalam situasi seperti ini, perlu dipastikan apakah itu diperlukan atau tidak. Lebih baik TNI memberikan penjelasan yang konkrit,” kata Puan, Selasa, 10 Maret 2026.
Telegram komando siaga satu yang bocor mengatur tujuh poin perintah. Mulai dari terkait pemetaan & evakuasi WNI di daerah terdampak konflik, patroli di objek vital, deteksi serangan udara 24 jam, hingga penyiagaan alutsista dengan kekuatan penuh.
Mengutip dokumen Pedoman Penyusunan Protap Kesiapsiagaan Operasional Satuan TNI AD, Siaga I diterapkan untuk keadaan paling darurat. TNI mengerahkan seluruh satuannya dan aktivitas prajurit hanya dibatasi untuk kegiatan terkait kesiapsiagaan.
Kritik soal penerapan Siaga I turut muncul dari Koalisi Masyarakat Sipil untuk Reformasi Sektor Keamanan. Koalisi yang terdiri dari beberapa lembaga swadaya masyarakat ini menilai urgensi penerapan Siaga I belum ada karena kondisi masih terkendali di bawah pemerintahan sipil.
