INFOGRAFIK: BBM Nonsubsidi Terkerek Rupiah dan Harga Minyak Dunia

Puja Pratama
16 Juni 2026, 08:14

Pertamina menaikkan harga Pertamax dari sebelumnya Rp12.300 ke Rp16.250/liter. Bensin Pertamax Green juga naik dari Rp12.900/liter ke Rp17.000/liter. Langkah ini dilakukan karena harga minyak global yang kian mahal imbas konflik geopolitik.

“Penyesuaian pada harga BBM nonsubsidi ini dilakukan dengan mempertimbangkan dinamika geopolitik global dan harga minyak yang berlaku di pasar internasional, dengan tetap mempertimbangkan daya beli masyarakat,” kata Direktur Utama Pertamina, Simon Aloysius Mantiri melalui instagram resmi Pertamina, 11 Juni lalu.

Selain Pertamina, bensin nonsubsidi dari pemain lain seperti BP-AKR dan Vivo juga mengalami kenaikkan di Juni ini. BP 92 dan Revvo 92 yang tadinya dipatok Rp12.390 menjadi Rp16.670/liter. Sementara BP Ultimate 95 dan Revvo 95 juga berubah dari Rp12.930 ke Rp17.240/liter,

Merujuk data Investing, harga minyak Brent per 16 Juni mencapai US$83,3/barel atau naik 37,1% sejak awal Januari tahun ini. Sementara harga minyak WTI naik ke level US$80,6/barel alias 40,6% sejak awal tahun.

Imbas 59% kebutuhan bensin Indonesia yang masih diimpor pada sepanjang tahun, melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar yang turun -6% sejak awal tahun membuat biaya impor membengkak.

Banyak ekonom hingga asosiasi pengusaha yang menilai perubahan harga ini bisa berdampak pada peningkatan biaya logistik dan distribusi barang/jasa, hingga transportasi. Kondisi tersebut dinilai memicu kenaikan harga barang/jasa dan bisa menambah beban pengeluaran bagi kelas menengah.

add katadata as preferred source
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Antoineta Amosella
Editor: Reza Pahlevi

Cek juga data ini