INFOGRAFIK: Daya Saing Indonesia Merosot Dua Tahun Terakhir

Leoni Susanto
7 Juli 2026, 10:07

Daya saing global Indonesia dalam IMD World Competitiveness Ranking 2026 merosot menjadi peringkat 48 dari 70 negara pada 2026. Sebelumnya pada 2024, Indonesia sempat mencapai ranking 27. Penurunan ini terjadi di saat mayoritas daya saing negara Asia Pasifik menguat.

Merespon laporan IMD, Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut bakal mencari tahu penyebab anjloknya daya saing Indonesia.

“Nanti kita teliti lagi masalahnya di mana. Kan kita ada persiapan untuk tim bottlenecking, jadi kita lihat saja dari sana,” kata Airlangga, Rabu, 24 Juni.

Untuk diketahui, laporan IMD World Competitiveness Ranking 2026 mengurutkan ranking daya saing negara-negara di dunia berdasarkan empat indikator utama, yaitu performa ekonomi, efisiensi pemerintah, efisiensi bisnis, dan infrastruktur. Masing-masing indikator ini memiliki lima sub-indikator yang ditopang data-data relevan. Semuanya kemudian dianalisa untuk melihat daya saing global tiap negara, utamanya di tengah tekanan geopolitik.

Pada 2026, urutan pertama negara dengan daya saing global terbaik adalah Singapura, diikuti Hong Kong pada urutan kedua. Keduanya menyalip Swiss yang pada tahun sebelumnya menempati urutan pertama. 

Mayoritas negara Asia Pasifik lainnya juga mengalami kenaikan ranking, seperti Malaysia yang naik dari ranking 23 menjadi ranking 15, Korea Selatan yang naik dari ranking 27 menjadi ranking 21, hingga Thailand yang naik dari ranking 30 menjadi ranking 26. Vietnam yang tahun ini menjadi tahun pertama masuk dalam laporan IMD, juga langsung menempati posisi ke-27 dari 70 negara.

Di sisi lain, ranking Indonesia turun dari 40 menjadi ranking 48, yang mana cenderung rendah dibandingkan negara-negara tetangga. Skor keseluruhan Indonesia mencapai 57,6 dari 100 poin, terendah dalam beberapa tahun terakhir. Jika dibedah dari empat indikator utama, Indonesia mengalami penurunan pada indikator efisiensi bisnis, efisiensi pemerintah, dan infrastruktur. Sedangkan indikator performa ekonomi cenderung stabil. 

Laporan menyorot sejumlah tantangan yang dihadapi Indonesia, mulai dari dampak ekonomi global yang mengancam ketahanan energi nasional, pertumbuhan ekonomi yang stagnan, realokasi belanja pemerintah, ketersediaan sumber pendanaan yang terbatas, hingga infrastruktur dan kompetensi sumber daya manusia yang belum memadai.

add katadata as preferred source
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Antoineta Amosella
Editor: Reza Pahlevi

Cek juga data ini