INFOGRAFIK: Tren Penurunan Perusahaan IPO

Leoni Susanto
23 Juli 2026, 12:03

Dari awal tahun hingga 10 Juli 2026, hanya tujuh perusahaan yang berhasil mencatatkan penawaran umum saham perdana atau initial public offering (IPO). Pencatatan perusahaan IPO ini lebih rendah dibandingkan pencatatan IPO pada periode yang sama tahun lalu yang mencapai 18 emiten.

Jumlah ini juga masih jauh dari jumlah emiten yang ditargetkan Bursa Efek Indonesia (BEI) untuk IPO yang sebanyak 50 emiten pada 2026. Melihat kondisi ini, BEI membuka kemungkinan merevisi target 50 IPO tahun ini.

“Kami lagi diskusikan apakah akan revisi atau enggak, belum ada keputusan,” kata Direktur Penilaian Perusahaan BEI Saidu Solihin, Jumat, 10 Juli.

Kondisi penurunan IPO ini terjadi beriringan dengan tertekannya bursa saham Indonesia beberapa waktu terakhir. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sepanjang tahun ini sudah anjlok lebih dari 26%. Namun begitu, BEI menyebut penurunan IPO tidak lantas mencerminkan kepercayaan investor yang menurun.

“Kami tidak melihat keberhasilan pasar perdana hanya dari jumlah transaksi atau nilai dana yang dihimpun, melainkan lebih pada kualitas perusahaan yang masuk ke pasar modal,” kata Saidu Solihin.

BEI tetap optimis target IPO dapat tercapai jika kondisi pasar modal domestik dan sentimen global membaik pada paruh kedua tahun ini. Saat ini, tercatat ada enam perusahaan yang masuk dalam antrean IPO, mulai dari perusahaan sektor kesehatan (healthcare), consumer cyclicals, hingga i.

Untuk diketahui, tujuh emiten yang berhasil IPO sepanjang 2026 termasuk PT BSA Logistics Indonesia Tbk (WBSA), PT Niramas Utama Tbk (JELI), PT Nitrasanata Dharma Tbk (JECX), PT Bach Multi Global Tbk (BACH), PT Esa Medika Mandiri Tbk (EMMI), PT Prodia Diagnostic Line Tbk (PRDL), dan terbaru PT Rans Entertainmen Indonesia Tbk (RANS).

WBSA mencatatkan kinerja terbaik sejak pertama kali IPO pada 10 April lalu, dengan kenaikan kinerja saham hingga 174,34%. Sedangkan emiten JELI mencatatkan kinerja terburuk sejak IPO pada 7 Juli, dengan penurunan kinerja saham hingga 34,22%.

add katadata as preferred source
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Editor: Reza Pahlevi

Cek juga data ini