KOMIK: Duka Indonesia Diguncang Bencana
Mata dari seluruh dunia tertuju pada Indonesia yang sedang ditimpa bencana beruntun. Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terjadi di banyak wilayah. Gempa M7,7 mengguncang Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur. Lalu sejumlah gunung berapi di jalur Cincin Api Pasifik erupsi bersamaan, termasuk Anak Krakatau di Selat Sunda.
Memasuki musim kemarau panjang, titik-titik api terus bermunculan di sejumlah provinsi, terutama Sumatera dan Kalimantan. Meski faktor alam berpengaruh, aparat penegak hukum mendapati adanya pembakaran sengaja yang dilakukan demi membuka lahan perkebunan. Kementerian Kehutanan juga sudah menyebut adanya sejumlah perusahaan yang terlibat.
Asap kebakaran membuat indeks kualitas udara di berbagai daerah terdampak terus memburuk hingga ke level “berbahaya”. Asap yang terbawa angin akhirnya sampai juga ke negara tetangga. Malaysia, Singapura, Brunei Darussalam, hingga Filipina kena batunya. Puluhan helikopter dari negara asing ikut terjun memadamkan api.
Sejumlah satwa dilindungi di Kalimantan pun terancam. Teranyar, seekor orangutan bernama Sempurna tewas karena paru-paru, jantung, dan ginjalnya rusak diduga karena terpapar asap karhutla. Sempurna sebelumnya ditemukan pingsan akibat kesulitan bernafas di perkebunan sawit milik warga di Ketapang, Kalimantan Barat.
Adapun gempa di Flores yang terjadi pada 15 Agustus menewaskan sedikitnya 129 jiwa, dengan ratusan ribu orang terpaksa mengungsi. Gempa ini disebut punya kemiripan dengan gempa dan tsunami yang pernah menimpa Flores pada 1992.
“Aktivitas seismik susulan diprakirakan oleh para ahli masih berlanjut selama tiga hingga empat minggu sejak gempa utama,” kata Berton SP Panjaitan, Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Jumat, 28 Agustus.
Aktivitas tektonik itu terjadi berdekatan dengan rentetan kejadian erupsi gunung berapi di jalur Cincin Api Pasifik. Pada 31 Agustus, enam gunung berapi erupsi: Gunung Ibu di Maluku Utara; Gunung Semeru di Jawa Timur; Gunung Lewotobi Laki-Laki dan Gunung Ili Lewotolok di NTT; Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda; dan Gunung Sinabung di Sumatera Utara.
Imbas aktivitas Anak Krakatau, abu vulkanik terbawa angin hingga ke Lampung, Banten, Jakarta, dan Jawa Barat. Sejumlah bandara, termasuk Bandara Internasional Soekarno-Hatta, sempat ditutup sementara dan membatalkan seluruh penerbangannya.
