Menekan Emisi, Mewujudkan Dampak: Ragam Inovasi Hijau Telkom
Memperingati Hari Emisi Nol Sedunia yang jatuh setiap 21 September, komitmen terhadap pengurangan emisi menjadi momentum untuk mendorong perubahan menuju masa depan yang lebih berkelanjutan.
Di tengah konektivitas digital yang terus berkembang, PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk turut melangkah dengan menghadirkan inovasi yang tidak hanya memperluas konektivitas, tetapi juga memperhatikan dampaknya terhadap lingkungan.
Melalui komitmen terhadap infrastruktur hijau, efisiensi energi, energi baru terbarukan (EBT), dan elektrifikasi, Telkom terus mengembangkan berbagai inisiatif untuk mendukung upaya dekarbonisasi.
Salah satu langkah nyata dilakukan melalui efisiensi energi dan pemanfaatan EBT. Program Gerakan Peduli Efisiensi Energi (GePEE), misalnya, berhasil menghemat 0,5 persen biaya listrik nasional, setara dengan konsumsi listrik sebesar 9.480 GJ atau reduksi emisi sebesar 2.238 ton CO2e.
Telkom juga mengembangkan pemanfaatan energi terbarukan untuk mendukung infrastruktur telekomunikasi. Penggunaan panel surya dan mikrohidro untuk BTS diproyeksikan mampu menghasilkan 13.926 GJ energi pada 2025, sekaligus dilengkapi dengan peningkatan penggunaan biodiesel B30 dan B40.
Upaya menuju operasional yang lebih hijau turut diwujudkan melalui pengembangan infrastruktur ramah lingkungan. Telkom mengembangkan menara ramah lingkungan yang dapat menekan emisi GRK hingga sekitar 0,099 ton CO2, menerapkan liquid tree yang menyerap CO2 dan menghasilkan O2, memanfaatkan green data center, serta menghadirkan layanan Power as a Service pada ribuan titik lokasi.
Elektrifikasi juga menjadi bagian dari perjalanan tersebut. Sebanyak 17 persen kendaraan operasional telah menggunakan kendaraan listrik (EV), didukung 6 titik SPKLU. Sementara itu, pemanfaatan Penerangan Jalan Umum Tenaga Surya (PJUTS) mampu menghemat sekitar 20.235,6 kWh listrik per tahun.
Berbagai inovasi tersebut menjadi bagian dari strategi dekarbonisasi TelkomGroup untuk membangun ekosistem digital yang semakin rendah karbon. Telkom telah menetapkan peta jalan penurunan emisi Scope 1+2 sebesar 20 persen pada 2030, 40 persen pada 2040, dan 70 persen pada 2050, sebelum mencapai target Net Zero Emission pada 2060.
