Artikel mengkritisi tantangan dan ironi dekarbonisasi industri Indonesia yang masih bergantung pada energi fosil, sementara kinerja sektor manufaktur terus melambat.
Industri Energi menuju ekonomi rendah karbon, perusahaan energi, seperti industri batu bara, dihadapkan pada pertanyaan besar, apakah mau beradaptasi dari sekarang atau tertinggal nanti?
Meskipun tantangan besar masih ada, Indonesia memiliki potensi energi terbarukan yang melimpah, ekosistem teknologi bersih yang berkembang, dan masyarakat yang tangguh serta kreatif.
Forest Campaigner dari Forest Watch Indonesia, Anggi Putra Prayoga, menegaskan bahwa menolak biofuel dalam Kerangka Net-Zero berarti melindungi hutan hujan tropis yang tersisa.
Riset PwC-NUS menunjukkan emisi scope 3 yang merupakan emisi tidak langsung justru menjadi tantangan terbesar bagi perusahaan yang ingin mencapai net zero.
PIS siap kembangkan bisnis angkutan karbon lintas negara dengan armada LCO₂ carriers, mendukung ekosistem CCS/CCUS regional dan target Net Zero Emission Indonesia 2060.
Pertamina mengusung konsep Dual Growth Strategy yang berfokus pada dua hal, yakni memperkuat bisnis eksisting dan mengurangi impor energi demi memperkuat ketahanan nasional, serta mengembangkan bisnis
Energi nuklir memiliki potensi yang sangat besar untuk mendorong Indonesia menuju masa depan nol bersih sekaligus menyediakan sumber energi yang andal dan berkelanjutan bagi negara ini.
Ironisnya lagi, dokumen-dokumen perencanaan seperti RUPTL dan SNDC sering kali tidak mencantumkan secara terbuka berapa lama usia operasional PLTU hingga titik balik modalnya tercapai.