Telkom terus mendorong transformasi ke arah yang lebih berkelanjutan. Beragam inovasi dikembangkan guna mengurangi jejak karbon dan menciptakan dampak positif yang lebih luas.
Pemerintah didorong untuk memastikan arah dekarbonisasi industri dalam RUEN 2026-2035, menjawab tantangan regulasi, infrastruktur, dan pembiayaan transisi energi.
Dekarbonisasi industri baja Indonesia masih berada pada tahap awal di tengah tekanan untuk mempertahankan kinerja industri, investasi pada teknologi rendah karbon.
Program B50 adalah langkah strategis Indonesia sebagai pelopor dunia untuk meningkatkan ketahanan energi dan mengurangi ketergantungan pada impor bahan bakar fosil yang fluktuatif.
Net Zero Emission (NZE) tidak hanya dicapai melalui penggunaan energi terbarukan. Dalam hal ini, Telkom mengubah infrastrukturnya menjadi mesin dekarbonisasi melalui pengembangan green data center.
Dekarbonisasi industri memerlukan lebih dari sekadar fokus pada inovasi canggih seperti hidrogen hijau, tetapi juga perbaikan mendasar pada sistem yang ada untuk transisi berkelanjutan.
Harita Nickel melakukan sejumlah inisiatif dekarbonisasi guna menurunkan emisi operasionalnya sekaligus mendukung peta jalan dan target pemerintah Emisi Nol Bersih (NZE) pada 2060.
Artikel mengkritisi tantangan dan ironi dekarbonisasi industri Indonesia yang masih bergantung pada energi fosil, sementara kinerja sektor manufaktur terus melambat.
Beberapa upaya prioritas dekarbonisasi, termasuk mempercepat penyusunan dan pengesahan peraturan untuk pengembangan jaringan kereta api Trans-Sumatra, Trans-Kalimantan, dan Trans-Sulawesi.
Ketua Tim Dekarbonisasi Pusat Industri Hijau Kemenperin, Sri Gadis Pari Bekti, mengatakan industri hijau bukan sekadar isu lingkungan, tetapi juga menyangkut posisi RI dalam perdagangan global.
Sekretariat JETP Indonesia memperkirakan kapasitas pembangkit listrik mandiri mencapai 25,9 GW pada tahun 2024. Lebih dari 75% dari pembangkit listrik mandiri ditenagai oleh batu bara.
Metode yang sedang disusun IBCSD dan Katadata Green mengacu pada beberapa standar global serta panduan OJK, guna memastikan indikator relevan dan dapat dipertanggungjawabkan.