8 Faktor Penyebab Diare dan Cara Pencegahannya

Penyebab diare umumnya adalah virus, bakteri, makanan, dan minuman yang mempengarugi pencernaan. Berikut 8 penyebab diare dan cara pencegahannya.
Dwi Latifatul Fajri
20 September 2021, 10:50
8 Faktor Penyebab Diare dan Cara Pencegahannya
cottonbro/pexels
Ilustrasi penderita sakit perut.

Penyebab diare bisa datang dari berbagai cara, namun umumnya berasal dari virus, bakteri, makanan, dan minuman yang mempengaruhi pencernaan. Diare menjadi masalah beberapa orang dan biasanya berlangsung selama beberapa hari.

Diare bisa menyerang anak-anak, remaja, orang dewasa, dan membutuhkan perawatan kesehatan. Gejala penyakit ini membuat Anda harus bolak-balik ke toilet untuk buang air.

Faktor Penyebab Diare

Virus, bakteri, dan beberapa penyakit pencernaan menjadi faktor penyebab diare, diantaranya :

1. Bakteri dan parasit

Mengutip dari laman Mayoclinic.org, bakteri patogen seperti E. coli dan parasit bisa menyebabkan bakteri. Hal ini terjadi karena makanan atau air yang terkontaminasi parasit dikonsumsi orang.

Diare bisa terjadi jika anda sedang bepergian dan mencoba makanan yang tidak higienis. Bakteri penyebab diare lainnya yaitu Clostridiosis difficile. Anda perlu obat diare atau antibiotik untuk penyembuhan.

2. Virus

Jenis virus penyebab diare yaitu norwalk, denovirus enterik, astrovirus, cytomegalovirus dan virus hepatitis. Anak-anak yang terkena diare biasanya disebabkan Rota Virus. Virus corona 2019 alias Covid-19 juga bisa dihubungkan dengan diare, mual muntah, dan gejala gastrointestinal (kondisi kelainan pada sistem pencernaan).

3. Obat-obatan.

Antibiotik bisa menyebabkan diare karena dapat mengurangi infeksi yang membunuh semua jenis bakteri. Antibiotik bisa mengganggu keseimbangan alami di dalam usus. Obat penyebab diare lainnya yaitu obat anti kanker dan antasida yang mengandung magnesium.

4. Intoleransi laktosa

Intoleransi laktosa terjadi pada beberapa orang yang alergi laktosa susu sapi. Laktosa adalah gula yang ditemukan dalam susu sapi dan produk susu lainnya. Orang yang kesulitan mencerna laktosa bisa mengalami diare.

Intoleransi laktosa bisa terjadi ketika bertambahnya usia. Penyebabnya, arena kadar enzim yang membantu mencerna laktosa semakin menurun.

5. Fruktosa

Fruktosa berasal dari gula alami yang ditemukan pada buah-buahan dan madu. Ada juga fruktosa buatan untuk pemanis minuman tertentu. Beberapa orang terkena diare karena kesulitan untuk mencerna fruktosa.

6. Pemanis buatan

Pemanis buatan adalah gula yang tidak dapat diserap. Biasanya pemanis buatan ditemukan dalam permen karet dan produk bebas gula lainnya. Beberapa orang bisa terkena diare akibat mengonsumsi pemanis buatan berlebihan.

7. Operasi

Operasi pengangkatan sebagian usus atau kandung empedu juga dapat menyebabkan diare.

8. Gangguan pencernaan lain

Gangguan pencernaan lainnya seperti penyerapan makanan yang buruk dalam pencernaan, racun dalam makanan, diare kronis, IBS, penyakit crohn, kolitis ulserativa, penyakit celiac, kolitis mikroskopis dan pertumbuhan berlebih bakteri usus kecil (SIBO).

Makanan Penyebab Diare

Alergi makanan bisa menyebabkan diare, gatal-gatal pada kulit, hidung tersumbat, dan tenggorokan sesak. Faktor penyebab diare lainnya adalah sindrom malabsorbsi yang merupakan gangguan penyerapan nutrisi pada usus halus. Berikut jenis makanan yang bisa menjadi penyebab diare:

1. Pemanis buatan dan alkohol

Pemanis buatan jenisnya aspartam, sakarin, dan sucralose. Sedangkan pemanis buatan pada alkohol yaitu manitol, sorbitol, dan xylitol.

Pemanis buatan dapat mengganggu sistem pencernaan, karena memiliki efek pencahar yang menyebabkan diare dan gas. Pada beberapa makanan ada label peringatan tentang efek pencahar ini.

Jika anda ingin mencegah diare sebaiknya kurangi:

  • Mengunyah permen karet
  • Mengurangi soda diet dan minuman diet lain
  • Kurangi sereal rendah gula
  • Batasi pemakaian pasta gigi dan obat kumur
  • Hindari bumbu rendah gula, seperti krimer kopi dan saus tomat

2. Produk susu

Beberapa orang mengalami intoleransi laktosa. Orang yang menderita penyakit ini tidak dapat memecah hingga membuang gula secara cepat. Akibatnya, tinja menjadi encer karena mengonsumsi produk susu.

Sebaiknya hindari susu sapi atau konsumsi susu nabati. Penggantinya bisa dengan susu bebas laktosa, susu gandum, susu kacang almon, susu kedelai, dan susu kacang mete.

3. Makanan pedas

Makanan pedas biasanya terbuat dari rempah-rempah yang kuat dan banyak cabai. Salah satu penyebab diare adalah campuran bumbu pedas. 

Mengutip dari Healthline.com, makanan pedas seperti cabai menghasilkan capsaicin yang bermanfaat untuk mengobati rasa sakit dan radang sendi. Namun, bahan kimia ini dapat mengiritasi lapisan lambung pada pencernaan. Capsaicin bisa menyebabkan gejala diare seperti mual, muntah, dan sakit perut.

4. Kopi

Kafein pada kopi mengandung stimulan yang merangsang sistem pencernaan. Beberapa orang bisa mengalami masalah buang air besar setelah meminum kopi.

Berdasarkan International Foundation for Gastrointestinal Disorders (IFFGD) dalam sehari, meminum 2-3 cangkir kopi bisa menyebabkan diare. Stimulan pada kopi seperti susu, krim, dan pengganti gula juga bisa meningkatkan efek pencahar.

Anda bisa mengganti bahan pembuat kopi, misalnya susu sapi diganti susu gandum atau krim kelapa. Selain itu, Anda juga bisa mengurangi minum kopi dengan teh hijau atau minuman dari rempah-rempah.

5. Makanan yang mengandung kafein

Produk coklat mengandung kafein juga bisa menyebabkan diare. Beberapa makanan dan minuman yang mengandung kafein yaitu:

  • Cola dan soda
  • Teh hitam
  • Teh hijau
  • Minuman berenergi
  • Coklat panas
  • Coklat dan produk rasa coklat

6. Bawang putih dan bawang merah

Bawang merah dan bawang putih bisa menyebabkan diare. Ketika nutrisi bawang dipecah oleh asam di pencernaan, maka dapat melepaskan gas dan mengiritasi usus.

Bawang mengandung fruktan, sejenis karbohidrat yang sulit dicerna tubuh. Selain itu, bawang mengandung serat yang tidak bisa dilarutkan. Akhirnya makanan bisa bergerak lebih cepat melalui sistem pencernaan.

Anda bisa mengganti sayuran dengan seledri dan rempah-rempah adas. Kedua makanan ini bisa mengurangi pengeluaran gas dan risiko diare.

7. Brokoli dan kembang kol

Brokoli dan kembang kol mengandung nutrisi dan serat, sehingga dapat memperlancar sistem pencernaan. Namun, jika itu dikonsumsi secara berlebihan bisa menyebabkan sembelit, gas, atau diare.

8. Makanan cepat saji

Makanan berlemak, digoreng, dan mengandung minyak tinggi bisa memperburuk diare. Hal ini karena lemak jenuh sulit dipecah ketika proses pencernaan. Sebaiknya kurangi makanan cepat saji, seperti kentang goreng, ayam goreng, burger, daging asap. Anda bisa menggantinya dengan ayam panggang, burger dari daging kalkun, atau menambah konsumsi sayuran.

Gejala Diare

Tanda-tanda jika Anda mengalami diare adalah:

  • Kram atau nyeri perut
  • Kembung
  • Mual
  • Muntah
  • Demam
  • Darah dalam tinja
  • Lendir di tinja
  • Sering buang air besar
  • Penurunan berat badan
  • Kekurangan cairan (dehidrasi)
  • Sakit

Cara Pencegahan Diare

1. Mencuci tangan sebelum makan

Jika anda sedang bepergian, seringlah mencuci tangan sebelum menyentuh makanan dan minuman. Gosok kedua tangan selama 20 detik. Selain itu Anda bisa menggunakan hand sanitizer dengan alkohol minimal 60%. Cuci tangan ketika pergi ke toilet, pilek, batuk, bersin, atau memegang daging mentah.

2. Perhatikan makanan yang dimakan

Perhatikan jenis makanan dan tempat pembuat makanan. Makanlah makanan yang masih panas dan dimasak dengan baik. Hindari makan buah dan sayuran mentah yang dipotong terlalu kecil. Sebaiknya Anda membawa buah dan sayur ketika bepergian.

3. Minum memakai wadah asli

Minumlah air kemasan, soda, coklat, dan kopi dari wadah asli. Hindari minuman yang dibuat dari gelas yang dicuci berkali-kali.

4. Pakai air matang

Anda bisa membuat minuman seperti kopi dan teh dari air yang dipanaskan. Namun, Anda harus membatasi konsumsi kafein berlebihan, karena bisa menyebabkan diare.

5. Minum banyak air

Air putih, jus buah, dan minuman elektrolit bisa meningkatkan kadar cairan dalam tubuh. Jika anda mengalami diare, tubuh akan kehilangan banyak cairan.

6. Kurangi makanan berminyak dan berlemak

Anda bisa mengganti makanan yang lebih sehat seperti apel, roti panggang, pisang, dan nasi putih.

7. Hindari makanan dan minuman yang mengandung gas

Makanan seperti kacang, kubis, kembang kol, dan minuman berkarbonasi bisa menyebabkan diare. Sebaiknya Anda membatasi konsumsi makanan tersebut, seperti kacang dan kubis diganti denngan seledri. Begitu juga dengan minuman berkarbonasi, diganti dengan jus atau air putih.

8. Makanan serat rendah

Beberapa makanan mengandung sedikit serat yang bisa mengurangi diare. Makanan tersebut seperti kentang, nasi putih, mie, pisang, daging sapi tanpa lemak, ikan, ayam tanpa kulit, dan roti.

Gejala Diare Kronis

Diare bisa terjadi selama beberapa hari dan bisa sembuh sendiri. Namun, diare bisa berbahaya jika sampai tahap dehidrasi parah atau kekurangan cairan, serta belum sembuh selama beberapa pekan.

Anda perlu ke dokter jika mengalami gejala berikut:

  • Diare yang berlangsung lebih dari dua hari
  • Diare dan demam 102 derajat F atau lebih tinggi
  • Mengalami buang air besar (BAB) lebih dari 6 kali selama 24 jam
  • Sakit parah di bagian perut dan dubur
  • Tinja encer, berdarah, warna tinja sampai hitam, dan mengandung nanah
  • Diare disertai muntah
  • Dehidrasi tinggi

Jika Anda mengalami gejala seperti di atas, sebaiknya periksa ke dokter. Anda akan diberikan obat, antibiotik dan probiotik.

Antibiotik

Anda akan diberi resep antibiotik untuk mengobati infeksi parasit penyebab diare.

Probiotik

Probiotik membantu pengelompokan bakteri baik pada pencernaan.

Obat-obatan

Beberapa penyakit seperti sindrom iritasi usus besar (IBS), penyakit radang usus (IBD) seperti penyakit Crohn dan kolitis ulserativa, kolitis mikroskopis, atau pertumbuhan bakteri yang berlebihan membutuhkan obat jenis tertentu.

Itulah penjelasan mengenai penyebab diare dan perbedaan diare kronis. Anda bisa mencegah dan mengobati diare memakai bahan alami, serta menerapkan pola hidup sehat.

Editor: Intan
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait