Prosa Adalah Karangan Cerita Bebas, Ini Pengertian, Ciri dan Jenisnya

Prosa adalah bentuk tulisan bebas yang tidak terikat dalam sebuah aturan layaknya puisi. Prosa tidak memiliki rima dan jumlah bait tiap paragrafnya. Singkatnya, prosa merupakan karangan yang disajikan
Image title
24 Januari 2022, 18:31
prosa adalah
Unsplash/Gülfer ERG?N

Prosa adalah salah satu materi yang dibahas dalam mata pelajaran Bahasa Indonesia. Tulisan prosa mencakup jenis karya sastra dengan penyajian cerita berbentuk narasi.

Istilah prosa sering dilekatkan pada karya sastra yang dibuat oleh seorang penulis. Namun, tidak semua karya sastra bisa digolongkan sebagai tulisan prosa.

Untuk mengetahui lebih lanjut apa itu prosa, ciri-ciri prosa, dan tulisan yang masuk ke dalam prosa simak pembahasan lengkapnya di bawah ini. Dihimpun dari sejumlah sumber berikut rangkuman tentang prosa.

Definisi Prosa

Istilah prosa adalah sebuah kata yang diambil dari bahasa Inggris yaitu prose. Dalam arti sempit kata tersebut merujuk pada tulisan yang digolongkan sebagai karya sastra. Namun jika ditelaah lebih jauh lagi, kata prosa adalah suatu bentuk tulisan yang dapat mewakili karya non fiksi seperti esai, artikel, dan sebagainya.

Advertisement

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), prosa adalah bentuk tulisan bebas yang tidak terikat dalam sebuah aturan layaknya puisi. Prosa tidak memiliki rima dan jumlah bait tiap paragrafnya. Singkatnya, prosa merupakan karangan yang disajikan dengan teks naratif.

Mengutip dari buku bertajuk Prosa Fiksi dan Drama, perbedaan puisi dan prosa adalah terletak pada variasi ritme yang dimilikinya. Pada prosa, karangan ini mempunyai ritme jauh lebih besar daripada puisi.

Pendapat lain menyatakan bahwa prosa adalah salah satu genre dalam karya sastra. Secara umum prosa dapat diartikan sebagai sebuah cerita rekaan yang kisahannya mempunyai aspek tokoh, alur, tema, dan pusat pengisahan yang keseluruhannya dihasilkan oleh daya imajinasi pengarang.

Masih merujuk dalam buku yang sama, berikut sejumlah pendapat para ahli tentang pengertian prosa:

Aminuddin (2002)

Menurut Aminuddin, prosa adalah kisah yang diemban oleh pemeran tertentu dengan memperlihatkan latar, tahapan dan rangkaian.

Herman J. Waluyo (1987)

Herman J. Waluyo menyatakan bahwa prosa adalah karya fiksi yang dibagi tiga menjadi roman, novel, dan cerita pendek (cerpen).

Anton M. Muliono (1997)

Muliono menyebut kalau prosa adalah suatu bentuk narasi berplot yang dihasilkan oleh daya imajinasi.

B. Jassin (1985)

Menurut H. B. Jassin prosa adalah pengucapan seorang penyair dengan pikiran yang berbeda dengan puisi.

Berdasarkan semua penjelasan di atas bisa diambil kesimpulan bahwa tulisan prosa merupakan salah satu genre dari karya sastra. Di dalam prosa terdapat aspek tokoh, alur, tema, dan pusat pengisahan yang dirancang oleh imajinasi pengarangnya.

Ciri-ciri Prosa

Pada umumnya karangan prosa yang berbentuk cerita dibangun oleh unsur intrinsik dan ekstrinsik. Kedua unsur tersebut menjadi komponen penting yang ada pada tulisan prosa.

Mengutip dari buku Menyelami Keindahan Sastra Indonesia, berikut ciri-ciri karangan prosa jika dilihat dari unsur intrinsik dan ekstrinsik:

Unsur Intrinsik

  1. Tema: tema merupakan sesuatu hal yang menjadi pokok permasalahan. Di dalam tulisan prosa terdapat tema mayor yang menjadi persoalan dalam cerita. Kemudian ada juga tema minor yang tidak begitu menonjol.
  2. Amanat: amanat adalah pesan yang ingin disampaikan oleh pengarangnya. Pesan ini harus bermakna mendalam saat tersampaikan kepada pembacanya.
  3. Alur: alur merupakan jalan cerita yang menyajikan perjalanan sebuah kisah dalam karangan prosa.
  4. Plot: plot adalah hubungan sebab akibat sebuah peristiwa yang mendahuluinya atau setelahnya di dalam karangan prosa. Plot dibangun atas unsur peristiwa, konfliks, dan klimaks.
  5. Tokoh dan Penokohan: tokoh adalah pelaku yang mengalami setiap peristiwa di dalam cerita. Sedangkan penokohan adalah cara pengarang untuk menampilkan atau menyajikan suatu tokoh di dalam ceritanya.

Unsur Ekstrinsik

Unsur ekstrinsik adalah unsur cerita yang menyusun dari luar dilihat dari aspek sosiologi, psikologi, dan sebagainya. Unsur ekstrinsik di dalam karangan prosa meliputi:

  1. Waktu pembuatan cerita.
  2. Kondisi masyarakat saat cerita dibuat.
  3. Latar belakang dan pandangan hidup pengarang.

Karya Tulis Termasuk Prosa

Prosa adalah salah satu genre dari karya sastra selain puisi dan drama. Kebanyakan tulisan prosa akan menjelaskan dan menguraikan mengenai suatu masalah tertentu.

Lebih lanjut sebagaimana menukil dari Buku Ajar Sastra & Budaya Lokal Untuk Perguruan Tinggi, karya tulis yang termasuk prosa antara lain sebagai berikut:

Prosa Lama

Prosa lama merupakan karangan prosa yang tidak terpengaruh oleh sastra dan budaya luar. Prosa lama cenderung bersifat statis, ceritanya berkisah seputar kerajaan, istana, keluarga raja dan bersifat feodal. Hal ini dikarenakan prosa lama dipengaruhi oleh kesusastraan Arab dan Hindu sehingga kebanyakan ceritanya bersifat anonim.

Berikut karangan yang termasuk prosa lama:

  1. Hikayat.
  2. Dongeng.
  3. Kisah.
  4. Sejarah.
  5. Cerita berbingkai.

Prosa Baru

Prosa baru merupakan prosa yang sudah terpengaruh sastra dan budaya barat. Berikut sejumlah karangan yang bisa diklasifikasikan ke dalam prosa baru:

  1. Artikel.
  2. Biografi.
  3. Cerpen.
  4. Esai.
  5. Kritik atau opini.
  6. Novel.
  7. Resensi.
  8. Riwayat.
  9. Roman.

Demikian rangkuman tentang pembahasan tentang pengertian prosa hingga jenis tulisan yang masuk ke dalamnya. Prosa adalah karya sastra yang berbentuk cerita yang bebas. Karangan ini lebih banyak menggunakan kata dengan makna denotasi daripada konotasi.

Editor: Intan
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait