Kasus Baru Covid-19 Melambat, Angka Kesembuhan Capai 25.854

Sebanyak 25.854 orang dinyatakan sembuh Covid-19 hari ini (13/3). Penyumbang terbanyak berasal dari Jawa Barat, yakni 4.068 pasien sembuh.
Image title
13 Maret 2022, 17:36
Calon penumpang menjalani tes usap antigen di Stasiun Bandung, Jawa Barat, Rabu (9/3/2022). Pemerintah memberlakukan peraturan baru perjalanan kereta api jarak jauh bagi calon penumpang yang telah mendapatkan vaksin COVId-19 dosis kedua tidak perlu menunj
ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi/wsj.
Calon penumpang menjalani tes usap antigen di Stasiun Bandung, Jawa Barat, Rabu (9/3/2022). Pemerintah memberlakukan peraturan baru perjalanan kereta api jarak jauh bagi calon penumpang yang telah mendapatkan vaksin COVID-19 dosis kedua tidak perlu menunjukkan hasil negatif antigen atau PCR saat akan menaiki kereta api.

Pertumbuhan kasus baru Covid-19 akhir pekan ini kembali mencatatkan pelambatan menjadi. Kementerian Kesehatan mencatat jumlah kasus positif Minggu (13/3) bertambah 11.585 orang. Angka tersebut melambat dibandingkan penambahan kasus Covid-19 Sabtu (12/3), yakni 14.900 kasus.

Berdasarkan data satuan tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 diketahui penambahan kasus terbanyak berasal dari Jawa Barat (Jabar) yakni 2.382 kasus, disusul DKI Jakarta 1.874 kasus, dan Jawa Tengah mencapai 1.114 kasus.

Sementara itu, sebanyak 25.854 orang dinyatakan sembuh pada hari ini (13/3). Penyumbang angka sembuh terbanyak berasal dari Jawa Barat sebanyak 4.068 pasien sembuh. Adapun posisi kedua berasal dari DKI Jakarta, yakni 2.600 pasien sembuh, disusul Jawa Tengah sebanyak 2.089 pasien sembuh.

Di sisi lain, sebanyak 215 orang dinyatakan meninggal karena kasus Covid-19 per Minggu (13/3). Seluruh korban meninggal merupakan pasien Covid-19 yang terpapar dari transmisi lokal. Kasus kematian terbanyak berasal dari Jawa Tengah, yakni 40 jiwa.

Advertisement

Sementara itu, kasus meninggal dari DKI Jakarta sebanyak 35 jiwa dan terbanyak ketiga berasal dari Jawa Timur sebanyak 22 orang.

Secara kumulatif, kasus Covid-19 tertinggi masih berasal dari di DKI Jakarta dengan total sekitar 1,2 juta kasus, diikuti Jawa Barat sebanyak 1,07 juta kasus dan Jawa Tengah 610.065 orang. Adapun kasus kematian paling banyak terjadi di Jawa Tengah yakni 32.032 jiwa, Jawa Timur 30.963 jiwa dan Jawa Barat 15.393 jiwa.

Dengan begitu, jumlah kasus terkonfirmasi di Indonesia per Minggu (13/3) mencapai 5.890.495 orang. Di mana, 5.395.433 orang dinyatakan sembuh dan total 152.166 jiwa dinyatakan meninggal, sejak kasus pertama Covid-19 Maret 2020.

Data kasus baru Covid-19 secara nasional pada hari ini diperoleh dari pemeriksaan terhadap 100.178 orang, terdiri dari 170.840 spesimen. Sebanyak 65.116 spesimen dari 37.179 orang diperiksa menggunakan metode PCR, sedangkan 105.547 spesimen dari 62.837 orang diperiksa dengan metode antigen, dan 177 spesimen dari 162 orang diperiksa dengan TCM.

Sebelumnya, Juru Bicara Vaksinasi Covid-19, Siti Nadia Tarmizi menjelaskan tren penurunan kasus terjadi di sebagian besar provinsi di Indonesia, termasuk di wilayah luar Jawa Bali. Namun, masih ada lima provinsi yang mengalami kenaikan kasus pada minggu ini, yakni Kalimantan Utara, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Tengah, Gorontalo, dan Aceh.

Meski tren kasus sudah menurun, menurut dia, potensi penularan masih mungkin terjadi lantaran reproduction rate secara nasional masih berada di atas 1 dan tingkat kasus positif atau positivity rate mencapai 13 %. 

Sementara itu, pemerintah masih gencar mendorong program vaksinasi, terutama pada kelompok lansia yang masih di bawah harapan. Padahal, kelompok lansia merupakan golongan rentan jika terinfeksi Covid-19.

Ia mencatat, baru terdapat 12,3 juta lansia yang memperoleh vaksin dosis kedua dan 16,4 juta orang menerima dosis pertama. Sementara total penduduk Indonesia yang sudah divaksinasi dosis pertama mencapai 193 juta atau 93 % target dan dosis kedua sebanyak 150,5 juta atau 72,5% dari target. Sementara dosis ketiga baru mencakup 6,5 % dari target.

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait