Altcoin Makin Marak Dilirik, Koin Kripto Solana Naik 55% Sepekan

Image title
31 Agustus 2021, 19:31
altcoin, mata uang kripto, solana, blockchain
Bloomberg

Koin kripto, Solana (SOL) mencatatkan kenaikan lebih dari 55% dalam sepekan terakhir. Melansir Coinmarketcap, pada perdagangan Selasa (31/8) harga mata uang kripto satu ini bergerak di kisaran US$ 120 per SOL. Angka tersebut naik 18,8% dalam 24 jam terakhir dan 55,2% dalam sepekan terakhir.

Token Solana baru diluncurkan 18 bulan dan sudah menempati posisi kedelapan sebagai koin dengan kapitalisasi pasar terbesar bursa kripto dunia. Adapun kapitalisasi Solana per Selasa (31/8) yakni US$ 35,1 miliar atau setara dengan Rp 508,9 triliun.

Dikutip dari Business Insider, Solana sempat mencatat kenaikan harga 217% dalam sehari (30/8), setelah pendiri Cardano, Charles Hoskinson memberi ucapan selamat atas kemajuan bisnis Solana dalam cuitan di akun Twitternya. Sentimen tersebut mendorong harga SOL tembus US$ 100 per SOL untuk pertama kalinya.

Di sisi lain, minat institusi terhadap produk-produk alternatif koin atau altcoin juga menunjukkan peningkatan di akhir Agustus. Aktivitas fear of missing out (FOMO) alias aksi takut ketinggalan, turut mendorong permintaan pasar terhadap altcoin.

Beberapa analis maupun investor juga berpendapat bahwa spekulan turut berkontribusi terhadap pergerakan harga cryptocurrency. Investor cenderung beralih ke aset-aset baru dan lebih menarik. Di sisi lain, masih tingginya likuditas di pasar keuangan dunia, disertai tren suku bunga rendah turut mendorong investor untuk mencari aset-aset yang lesu.

Co-Founder dan CEO eToro, Yoni Assia mengatakan perdagangan kripto mulai menunjukkan daya tariknya sendiri, ditandai dengan pertumbuhan perusahaan yang mengadopsi kripto, hingga volume transaksinya.

“Kita dapat melihatnya dari angka-angka di industri, baik dari total volume atau angka pertumbuhan perusahaan,” kata Assia dilansir dari Bloomberg, Minggu (28/8).

Banjirnya likuiditas di pasar keuangan berkat kebijakan pengetatan moneter di beberapa negara, mendorong investor untuk mencari produk investasi baru. Sebagian, menginvestasikan dananya pada cryptocurrency dan aset terkait, seperti saham penambang digital.

Berdasarkan survei yang dilakukan Harris Poll untuk Yahoo Finance, sekitar 15% orang Amerika yang mendapat stimulus dari pemerintah cenderunng menginvestasikan sebagian atau seluruh uangnya. Bahkan, sekitar setengah dari kelompok tersebut ini berinvestasi secara khusus di cryptocurrency.

Di sisi lain, sebuah survei yang dilakukan oleh eToro menujukkan bahwa, sekitar 25% dari total 6.000 investor menempatkan dananya di aset kripto. Angka tersebut meningkat menjadi hampir 50% untuk kelompok usia lebih muda.

Di samping itu, survei eToro menemukan bahwa rata-rata investor meningkatkan alokasi aset kripto mereka dalam beberapa bulan mendatang. Di mana, minat terhadap altcoin menunjukkan peningkatan signifikan selain Bitcoin dan Ethereum.

Advertisement

Sementara itu, unduhan untuk aplikasi perdagangan kripto juga mengalami peningkatan. Coinbase Global Inc. berada di posisi ke-11 di antara aplikasi keuangan di Apple, menurut App Annie selaku penyedia data seluler dan analitik. Selain itu, digital currency seperti Kraken, Voyager dan Crypto.com juga banyak diunduh.

“Kita tidak perlu kaget jika ada yang mau membayar lebih untuk memperoleh aset uang diinginkan, dan ada juga aset digital lainnya yang tidak pernah habis dan dapat dibuat dengan mudah,” kata Kepala strategi JonesTrading Michael O’Rourke.

Dia juga melihat bahwa generasi muda telah mendominasi aktivitas tersebut. Sejak Juli 2021, aset kelolaan produk investasi untuk aset digital naik lebih dari 57% menjadi US$ 55 miliar. Aapun volume perdagangan agregat harian rata-rata meningkat lebih dari 46% menjadi US$ 544 juta, sekaligus kenaikan terbesar sejak Mei, menurut pelacak data CryptoCompare.

Penyumbang bahan: Nada Naurah (magang)

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait