Survei Menangkan Ganjar dari Prabowo, Gerindra Ungkit Pilkada Jakarta

Survei yang dirilis Litbang Kompas menempatkan Prabowo di urutan kedua dengan elektabilitas 17,6 persen.
Ade Rosman
27 Oktober 2022, 13:45
Survei Prabowo
ANTARA FOTO/Nova Wahyudi
Sekretaris Jenderal Partai Gerindra Ahmad Muzani di kediaman Presiden ke-5 RI Megawati, di Jakarta, Kamis (10/10/2019).

Partai Gerindra menyebut hasil survei sejumlah lembaga yang  menunjukkan elektabilitas Ganjar Pranowo sebagai calon presiden melebihi Prabowo Subianto merupakan hal biasa. Sekretaris Jenderal (Sekjen) partai Gerindra Ahmad Muzani menyatakan partainya tak risau dengan hasil tersebut. 

"Kami telah membuktikan di banyak tempat sehingga survei bagi kami hanya indikasi saja, kami santai tidak gusar silakan ungkap saja di berbagai survei," kata Muzani, dikutip dari Antara, Kamis (27/10).

Menurut Muzani selama ini Gerindra telah mencermati hasil survei sejumlah lembaga. Namun pada hasil real bisa saja bergeser. Ia mencontohkan hasil survei sejumlah lembaga pada pemilihan gubernur DKI Jakarta saat  Gerindra dan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan mengusung pasangan Joko Widodo dan Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok. 

Advertisement

"Dahulu waktu Pak Jokowi dan Pak Ahok jadi calon Gubernur DKI Jakarta itu surveinya juga tidak tinggi, tetapi kekuatan kami dengan tim berusaha memperjuangkan beliau dan akhirnya terpilih," kata Muzani. .

Muzani juga memberi contoh bagaimana hasil survei tak selalu berkorelasi dengan kepemangan pada kontestasi pilpres dan pilkada. Menurut Muzani, saat pilkada DKI Jakarta 2017 antara Anies Baswedan melawan Ahok, sejumlah survei menyebut Ahok unggul. Namun pada hasil akhir justru Anieslah yang menang. 

Gerindra menurut Muzani lebih berfokus pada kerja untuk pemenangan pemilu dan pilpres dengan melakukan penguatan pada pengurus di daerah. Sedangkan hasil survei hanya menjadi suplemen. 

"Survei itu biasa, naik turun timbul tenggelam, jadi buat kami itu sesuatu yang biasa," katanya.

Sebelumya dalam survei yang dirilis Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) pada Minggu (23/10) lalu, nama Prabowo selalu berada di bawah Ganjar. Prabowo hanya meraih 21 persen dan Ganjar Pranowo meraih 24 persen. 

Survei terakhir yang dirilis Litbang Kompas pada Rabu (26/10) kembali menempatkan Prabowo di urutan kedua dengan elektabilitas 17,6 persen di bawah Ganjar yang meraih 23,2 persen.

Meski berada di urutan kedua, suara untuk Menteri Pertahanan ini turun jauh dibanding survei yang sama pada Juni 2022 dengan suara 25,23 persen. Saat itu Prabowo menjadi capres dengan elektabilitas tertinggi dibanding calon lain. 

Sejak Oktober 2019, suara untuk Prabowo berada di titik terendah pada survei Januari 2021 dengan perolehan 12 persen. Sedangkan suara tertinggi berada di 26,5 persen pada Januari 2022. Saat itu Prabowo jauh memimpin meninggalkan Ganjar Pranowo yang meraih 20,5 persen suara.

 

Reporter: Ade Rosman
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait