Agenda Indonesia Menuju Pembangunan Rendah Karbon

Terdapat lima bidang prioritas pembangunan rendah karbon untuk mengejar target tahun 2024.
Image title
Oleh Alfons Yoshio - Tim Publikasi Katadata
14 Oktober 2021, 10:25

Pemerintah Indonesia mulai memasukan komitmen iklim dalam pembangunan rendah karbon pada Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024. Hal ini disebabkan perubahan iklim dan kenaikan emisi gas rumah kaca (GRK) yang berdampak pada sektor ekonomi, sosial, serta lingkungan.

Terdapat lima bidang prioritas pembangunan rendah karbon yang dijadikan program untuk mengejar target tahun 2024. Lima program prioritas tersebut terdiri dari pembangunan fasilitas energi berkelanjutan dalam rangka mengejar bauran EBT 23 persen, pengolahan limbah yang diharapkan bisa mencapai 339,4 juta ton dalam lima tahun.

Berikutnya ada juga pengembangan industri hijau yang diharapkan dapat memastikanya 10 persen perusahaan industri menengah besar tersertifikasi Standar Hijau Industri, program rendah karbon daerah pesisir dan laut lewat pemulihan ekosistem mangrove 50 ribu hektare dan pemulihan lahan berkelanjutan lewat restorasi gambut (330 ribu/tahun) dan peningkatan tutupan lahan (420 ribu/tahun).

Dilihat dari penurunan emisi gas rumah kaca, bidang kehutanan, lahan, dan pertanian menjadi kontributor terbesar lewat kebijakan moratorium sawit dan hutan, pengendalian karhutla, dan rehabilitasi hutan. Besarannya mencapai 377 juta ton CO2e.

Sementara bidang energi, transportasi, dan industri menyumbang penurunan emisi GRK 70 juta ton CO2e, diikuti pengelolaan limbah yang menurunkan emisi 5 juta ton CO2e pada tahun 2018.

To support the nation’s climate action commitment towards COP26 in Glasgow early November 2021, Katadata and Landscape Indonesia presents,

“The Road to COP 26: A Climate Superpower Indonesia – Collaborative Efforts to Tackle Climate Crisis".

Join us to discuss the collaborative efforts to tackle the climate crisis particularly in Indonesia. Register Now Here!

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.