RNI Jamin Harga Minimal Pembelian Gula Petani Rp 10.500 per Kg

RNI menjamin harga minimal pembelian atau offtake gula petani tebu sebesar Rp 10.500 per kilogram, untuk melindungi petani dari kejatuhan harga.
Cahya Puteri Abdi Rabbi
10 Juni 2021, 09:04
PT Rajawali Nusantara Indonesia (RNI) menjamin harga minimal pembelian atau offtake gula petani tebu sebesar Rp 10.500 per kilogram, untuk melindungi petani dari kejatuhan harga.
ANTARA FOTO/Iggoy el Fitra/hp.
Petani memanen tebu untuk diolah menjadi gula di kebunnya, di Nagari Lawang, Kab. Agam, Sumatera Barat, Sabtu (18/7/2020).

PT Rajawali Nusantara Indonesia (RNI) menjamin harga minimal pembelian atau offtake gula petani tebu sebesar Rp 10.500 per kilogram, untuk melindungi petani dari kejatuhan harga.

Direktur Utama PT RNI (Persero) Arief Prasetyo Adi mengatakan, hal ini sesuai arahan Menteri Perdagangan M. Lutfi dan telah dikoordinasikan dengan Asosiasi Petani Tebu Rakyat (APTRI) serta Asosiasi lain. Beberapa di antaranya, yakni Asosiasi Gula Indonesia (AGI), Asosiasi Gula Rafinasi Indinesia (AGRI) dan BUMN PTPN III Holding.

“Sesuai arahan Mendag untuk mengamankan harga penjualan gula petani sekaligus optimalkan offtake gula petani,” kata Arief dalam keterangan tertulis, Rabu (9/6).

Arief mengatakan, mengenai harga minimal pembelian gula, RNI telah memberi jaminan secara tertulis kepada APTRI dan asosiasi lain. Tak hanya itu, RNI juga mensosialisasikan kepada pabrik-pabrik gula yang dikelolanya untuk memperkuat kemitraan dengan para mitra petani tebu rakyat.

Advertisement

“Kami telah sosialisasi ke para mitra petani tebu untuk menjamin harga lelang minimal offtake di angka Rp 10.500 per kilogram,” katanya.

Ia menambahkan, jika pada proses penjualan produksi gula petani tebu rakyat terdapat harga lelang yang lebih tinggi dari harga jaminan, RNI akan membeli sesuai dengan harga pasar atau lelang gula, dan sebaliknya.

Saat melakukan offtake dan memonitor penjualan harga lelang gula petani, RNI siap bersinergi dengan BUMN PTPN III Holding dan beberapa Asosiasi. Tujuannya, untuk memperkuat pembenahan industri gula nasional.

Arief menyebut, RNI telah menyerap tebu petani rakyat untuk digiling sekitar 3,3 juta ton bahan baku tebu pada tahun 2020. Petani tebu rakyat yang menjadi mitra RNI Group sekitar 4.000 petani.

“Minat petani untuk menanam tebu terbilang masih tinggi dan cenderung meningkat, oleh karenanya kontribusi kami untuk pembenahan industri gula adalah dengan meningkatkan serapan tebu petani rakyat,” ujar dia.

RNI memiliki sejumlah strategi untuk penguatan lini bisnis gula, diantaranya melalui kerjasama dengan mitra strategis untuk peningkatan kapasitas dan revitalisasi PG, perluasan areal perkebunan tebu, dan penerapan smart farming.

Kemudian, RNI juga mengupayakan penguatan pola kemitraan dengan petani, penguatan riset varietas tebu melalui pengembangan riset internal dan kerjasama dengan lembaga riset atau perguruan tinggi.

Tahun ini, RNI menargetkan produksi gula mencapai 282 ribu ton yang berasal dari tebu petani rakyat maupun milik sendiri dengan kisaran Rendemen berada di angka 8,1%. Selain itu, terdapat peningkatan hingga 22% dari target sebelumnya di tahun 2020 dengan produksi gula sebanyak 231 ribu ton.

Reporter: Cahya Puteri Abdi Rabbi
Editor: Lavinda
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait