Pemerintah Kucurkan Dana Tunai Rp 1,8 Juta ke Setiap Pelaku Pariwisata

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno memperkirakan hampir 2 juta orang terancam kehilangan pekerjaan di sektor pariwisata karena pandemi Covid-19 yang belum berakhir.
Image title
17 November 2021, 20:25
Pariwisata
ANTARA FOTO/Olha Mulalinda/aww.
Wisatawan berfoto di Geosite Piaynemo, Kabupaten Raja Ampat, Papua Barat, Selasa (26/10/2021).

Pemerintah terus mendorong Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) dengan menggelontorkan bantuan tunai sebesar Rp 1,8 juta kepada pelaku di sektor pariwisata. Bantuan akan dibayar sebanyak tiga kali.

"Bantuan kepada pelaku bidang pariwisata, bantuan produktif atau bantuan tunai Rp 600 ribu untuk tiga kali pembayaran," kata Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dalam konferensi pers di Kantor Presiden, Jakarta, Rabu (17/11).

Dana bantuan tersebut berasal dari pos anggaran PEN. Namun, Bendahara Negara tersebut tidak menjelaskan secara rinci total anggaran yang dialokasikan.

Menurutnya, target penerima, kriteria, dan lokasi penerima akan ditetapkan oleh Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno. Adapun, bantuan tersebut diharapkan bisa terealisasi pada akhir November atau awal Desember.

"Ini diharapkan membantu sektor-sektor yang alami pukulan sangat dalam akibat Covid-19 yaitu pariwisata," ujar dia.

Sebelumnya, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno memperkirakan, hampir 2 juta orang terancam kehilangan pekerjaan di sektor pariwisata karena pandemi Covid-19 yang belum berakhir.

Pandemi Covid-19 juga melumpuhkan tulang punggung perekonomian Bali. Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan, ekonomi provinsi tersebut mengalami kontraksi hingga minus 9,85 persen pada 2020. Kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) turun hingga 83,26% dari 6,2 juta pada 2019 menjadi hanya 1 juta pada 2020.

Pukulan terhadap pariwisata Bali bertambah keras tatkala gelombang Covid-19 kembali melonjak akibat varian Delta. Berdasarkan data BPS, hanya ada 803.378 wisman yang datang ke Indonesia sepanjang semester I-2021. Jumlah itu menyusut 74,33% dibandingkan pada periode yang sama tahun lalu sebanyak 3,13 juta kunjungan.

Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) memperparah angka kunjungan ke Bali. Ini tercermin dari nihilnya kunjungan wisman ke Bali pada Juli 2021. Tercatat wisman ke Bali hingga Juli 2021 total hanya sebanyak 43 kunjungan, turun 99,99% dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya sebesar 1.069.181 kunjungan.

Minimnya kunjungan wisman itu berimbas pada tingkat hunian hotel berbintang di Provinsi Bali. Tingkat penghunian kamar (TPK) hotel berbintang di Bali mengalami penurunan sebesar 11,45 poin dari 16,68% pada Juni 2021 menjadi 5,23% pada Juli 2021. Penurunan terbesar terdapat pada TPK hotel bintang 5, yakni 16,94 poin dari 22,61% menjadi 5,67%.

Reporter: Rizky Alika
Editor: Lavinda
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait