MNC Lido City Milik Hary Tanoe Raih Status KEK Pariwisata dari Jokowi

MNC Lido City yang memiliki status KEK memungkinkan para investor dan pelaku usahanya memperoleh insentif pajak dan keringanan lain dari pemerintah.
Image title
Oleh Lavinda
17 Juni 2021, 14:45
Presiden Joko Widodo memberi status Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata terhadap MNC Lido City, kawasan yang sedang dikembangkan oleh Taipan Grup MNC Hary Tanoesoedibjo.
ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga
Pemilik Grup MNC Hary Tanoesoedibjo

Presiden Joko Widodo memberi status Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata terhadap MNC Lido City, kawasan yang sedang dikembangkan oleh Taipan Grup MNC Hary Tanoesoedibjo. Status itu memungkinkan para investor dan pelaku usaha memperoleh insentif pajak dan keringanan lain dari pemerintah. 

Lido City merupakan kawasan rekreasi di Kabupaten Bogor yang memiliki luas area 1.040 Hektar. Proyek ini dikembangkan  oleh PT MNC Land Lido, anak usaha PT MNC Land Tbk (KPIG) yang merupakan entitas bisnis Grup MNC di bidang properti dan real estate, termasuk industri pariwisata dan rekreasi. 

Jokowi menetapkan status KEK Pariwisata bagi Lido City melalui Peraturan Pemerintah (PP) No. 69 Tahun 2021 tanggal 16 Juni. Dengan terbitnya beleid ini, investor dan pelaku usaha di dalam kawasan akan memperoleh sejumlah insentif pajak, antara lain pembebasan Pajak Pertambahan Nilai (PPN), Pajak Penjualan Barang Mewah (PPnBM), PPh Badan, Cukai, dan Bea Masuk Impor.

Selain itu, pemangku kepentingan juga memperoleh kemudahan terkait lalu lintas barang, ketenagakerjaan, keimigrasian, pertanahan dan tata ruang, dan perizinan berusaha.

Advertisement

"Lido City menyediakan sejumlah fasilitas rekreasi, di antaranya lapangan golf, hotel, kawasan produksi film, taman hiburan, dan tempat festival musik dan seni," ujar manajemen MNC dalam keterangan tertulis, Kamis (17/6).

Manajemen menargetkan MNC Lido City ini mendatangkan 6 juta-7 juta pengunjung per tahun dalam 5 tahun ke depan. Perusahaan juga mengklaim kunjungan tersebut akan menghasilkan devisa bagi negara mencapai US$ 4,1 miliar dalam kurun waktu 20 tahun.

Selain menjadi pengusaha, Hary Tanoesoedibjo juga dikenal aktif dalam dunia politik. Melalui Partai Persatuan Indonesia (Perindo), Hary turut mendukung Jokowi-Ma'ruf Amin sebagai pasangan calon presiden dan calon wakil presiden pada detik-detik terakhir kampanye 2019 lalu.

Setelah berhasil memegang jabatan Kepala Negara, Jokowi dan Ma'ruf Amin membentuk Kabinet Indonesia Bersatu untuk membantu mereka menyelesaikan berbagai tugas negara.

Selain menteri kabinet, Jokowi juga melantik 12 wakil menteri untuk membantu tugas pembantu presiden di beberapa bidang. Salah satunya, Jokowi melantik Angela Tanoesoedibjo sebagai Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Angela adalah sulung dari lima bersaudara anak pasangan Ketua Umum Perindo Hari Tanoesoedibjo dan Liliana Tanoesoedibjo.

Dengan usia yang baru 32 tahun, Angela pun menjadi pejabat termuda di Kabinet Indonesia Maju. Angela pun menambah porsi milenial di kabinet.

Angela memiliki latar belakang di bidang manajemen media. Dia juga memiliki latar belakang di bidang retail dan finansial.

Saat masih kuliah di Universitas Teknologi Sydney, dan Universitas New South Wales, Australia pada 2008, Angela menjadi salah satu pencetus dan menjadi Editor in Chief dari HighEnd Magazine danHighEnd Teen Magazine. Setelah lulus, Angela kemudian bergabung di perusahaan sang ayah, MNC Group, sebagai staf keuangan pada tahun 2010.

Dalam Pemilu legislatif 2019, Angela maju sebagai caleg dari Perindo dengan Dapil Jatim I Surabaya-Sidoarjo. Perindo juga yang mengusulkan nama Angela untuk masuk dalam kabinet Jokowi.

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait