Stimulus Ciptakan Gelembung, Fed Diimbau Segera Umumkan Tapering Off

Stimulus Fed dianggap telah berlebihan dan menyebabkan distorsi di pasar keuangan, terutama di pasar obligasi.
Image title
27 Agustus 2021, 09:57
Fed, Bank Sentral, Federal Reserves
Pixabay/Gerd Altmann
Ilustrasi mata uang dolar

Bank sentral Amerika Serikat (AS) The Federal Reserve (Fed) disarankan segera mengumumkan rencana tapering atau pengurangan stimulus untuk pembelian obligasi bulan depan. Saran ini disampaikan Robert Kaplan, Presiden Bank Sentral Dallas, di tengah penantian pasar terhadap pidato Gubernur Fed hari ini.

Kaplan mengatakan Fed perlu segera melakukan tapering karena adanya kekhawatiran inflasi yang tinggi. Di sisi lain, berbagai stimulus Fed dianggap telah berlebihan dan menyebabkan distorsi di pasar keuangan, terutama di pasar obligasi.

"Ketika pertemuan September, kita harus mengumumkan rencana untuk menyesuaikan pembelian dan mulai melaksanakan rencana itu pada Oktober atau segera sesudahnya." kata Kaplan seperti dikutip dari CNBC, Kamis (26/8).

Selain itu, Kaplan juga khawatir dengan dampak kebijakan Fed yang sangat longgar terhadap perekonomian. Inflasi telah mencapai level tertinggi selama beberapa bulan terakhir. Dia mengatakan kenaikan harga gas dan perumahan mempengaruhi masyarakat berpenghasilan rendah di wilayahnya.

Advertisement

“Apa yang kami lihat di masyarakat yaitu inflasi mempengaruhi mereka secara tidak proporsional. Saya pikir Fed harus menanggapinya serius,” ujar Kaplan.

Senada dengan Kaplan, Presiden Bank Sentral St. Louis James Bullard mengatakan pembelian obligasi harus dikurangi secepat mungkin, bahkan jika memungkinkan untuk disetop mulai Maret tahun depan.

Bullard menyebut langkah Fed memborong obligasi pada tahun 2020 sangat tepat untuk mendukung ekonomi kembali pulih. Namun Dia menilai cara tersebut tidak lagi efektif untuk saat ini, pembelian obligasi terus-terusan berisiko menciptakan gelembung di pasar keuangan dan inflasi yang tak terkendali.

"Kami memang memiliki kerangka kerja baru yang kami katakan bahwa kami akan membiarkan inflasi berjalan di atas target untuk beberapa waktu, tetapi tidak jauh di atas target ini," kata Bullard tentang kenaikan harga baru-baru ini dalam ekonomi AS.

Bullard membeberkan beberapa data ekonomi yang memberikan indikasi bahwa intervensi Fed yang tidak diakhiri mulai menimbulkan gejolak, salah satunya harga penjualan rumah yang mulai mendekati US$ 400.000. Karenanya, Dia berpeluang menjadi salah satu anggota komite pemungutan suara kebijakan Fed tahun depan yang paling getol mendukung kenaikan suku bunga secepat mungkin.

Saran dari dua pejabat Fed tersebut disampaikan di tengah penantian pasar terhadap pidato Gubernur Fed Jerome Powell dalam simposium Jackson Hole yang akan digelar hari ini. Pertemuan tersebut menghadirkan pejabat-pejabat bank sentral, ekonom, akademisi hingga menteri keuangan untuk membahas berbagai isu ekonomi terkini baik domestik maupun global. Pasar tampaknya menantikan apakah Powell akan kembali menyinggung dan memberi sinyal yang lebih jelas terkait rencana tapering off dalam pidatonya nanti.

Sementara itu, risalah rapat komite pasar terbuka federal (FOMC) yang dirilis pekan lalu menunjukkan pejabat Fed mayoritas mendukung rencana pengurangan pembelian obligasi sebelum akhir tahun. Namun, pejabat bank sentral terbelah ke dalam dua kubu terkait rencana kenaikan suku bunga.

Beberapa pejabat mengkhawatirkan inflasi yang tinggi saat ini akan berlangsung lebih lama lagi dan memberikan efek negatif pada perekonomian, seperti kritikan yang disampaikan Bullard dan Kaplan. Namun beberapa pejabat lainnya menilai inflasi mungkin hanya berlangsung sementara sehingga stimulus berupa suku bunga rendah masih perlu dipertahankan.

Reporter: Abdul Azis Said
Editor: Lavinda
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait