Jasa Marga Segera Operasikan Tol Manado dan Tol Cinere Seksi 2

Pendapatan Jasa Marga naik 29,95% menjadi Rp 5,64 triliun pada semester I 2021, dari Rp 4,34 triliun pada periode yang sama tahun lalu.
Image title
Oleh Lavinda
8 September 2021, 22:52
Jasa Marga
ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi/wsj.
Foto udara kendaraan melintas saat uji coba lintasan proyek Simpang Susun Cileunyi, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Senin (17/5/2021).

PT Jasa Marga (Persero) Tbk menargetkan pengoperasian Jalan Tol Manado - Bitung ruas Danowudu - Bitung sepanjang 26,35 Kilometer (Km) beroperasi pada kuartal IV 2021. Selanjutnya, Jalan Tol Cinere - Serpong seksi 2 ditargetkan beroperasi pada kuartal IV 2022, mengikuti pengoperasian ruas Cinere - Jagorawi.

Investor Relations Department Head Jasa Marga Milka Theodora menyampaikan, pada 2021, perusahaan telah mengoperasikan empat ruas jalan tol. Keempat ruas antara lain, Jalan Tol Bogor Ring Road Seksi 3A Simpang Yasmin - Simpang Semplak (2,85 Km), dan Jalan Tol Cengkareng - Batuceper - Kunciran (14,19 Km).

"Jalan Tol Serpong-Cinere Seksi I Serpong - Pamulang (6,50 Km), serta Jalan Tol Balikpapan - Samarinda Ruas Balikpapan - Samboja Seksi I (21,66 Km) dan Seksi 5 (10,74 Km)," ujar Milka dalam paparan publik virtual, Rabu (8/9).

Menurut dia, pengoperasian jalan tol sepanjang 2021 tak terlepas dari upaya Jasa Marga untuk mempertahankan kinerja di tengah keterbatasan mobilitas dan pelemahan ekonomi saat pandemi Covid-19.

Terbukti, pendapatan Jasa Marga naik 29,95% menjadi Rp 5,64 triliun pada semester I 2021, dari Rp 4,34 triliun pada periode yang sama tahun lalu. Margin ebitda turut meningkat dari 59,18% menjadi 64,1%.

"(Peningkatan pendapatan) terjadi karena beroperasinya ruas-ruas jalan tol baru dan meningkatnya mobilisasi masyarakat yang berdampak pada peningkatan volume lalu lintas," katanya.

Emiten berkode saham JSMR ini juga melakukan beberapa upaya untuk menjaga kinerja keuangan. Beberapa di antaranya adalah, melakukan sejumlah efisiensi, terutama pada beban usaha atau beban operasional. Selain itu, melaksanakan program kerja sesuai skala prioritas dengan tetap menjaga pemenuhan Standar Pelayanan Minimal (SPM) jalan tol.

"Kami juga berupaya mengoptimalisasi aset perseroan, salah satunya dengan melakukan asset recycling (daur ulang aset)," katanya.

Dia menyampaikan pandemi Covid-19 turut berdampak pada kinerja bisnis perusahaan pelat merah tersebut. Namun perusahaan masih dapat mempertahankan pangsa pasar di posisi 51% dengan berhasil menambah pengoperasian sepanjang 55,94 Km jalan tol sejak awal tahun hingga saat ini.

Berdasarkan laporan keuangan, rasio utang kena bunga terhadap ekuitas atau interest bearing debt to equity ratio menurun dari 2,58x pada 2020 menjadi 2,49x. Dalam hal ini, rasio perusahaan tetap terjaga dalam koridor yang dipersyaratkan oleh para kreditur.

“Kemampuan perusahaan untuk membayar kewajiban bunga juga masih terjaga seperti tahun sebelumnya dan Jasa Marga mampu menurunkan cost of debt (biaya utang) pada semester I 2021,” ujarnya.

Sepanjang semester I 2021, Jasa Marga juga meningkatkan pelayanan bagi pengguna jalan tol dengan meluncurkan inovasi berbasis teknologi, yaitu Jasa Marga Tollroad Command Center (JMTC). Inovasi ini merupakan pusat kendali lalu lintas jalan tol yang berbasis Intelligent Transportation System serta peluncuran aplikasi Travoy 3.0.

Teknologi dirancang sebagai assisten perjalanan digital untuk membantu pengguna jalan tol berkendara di jalan tol dengan beberapa fitur di antaranya, informasi tarif tol, panic shake (aplikasi gawat darurat), dan laporan pengguna jalan.

 

 

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait