HSBC Rilis Layanan Premier 2.0 untuk Milenial Berpenghasilan Tinggi

Menurut studi internal terbaru HSBC, demografi pasar individu berpenghasilan tinggi di Indonesia semakin banyak diisi oleh generasi milenial.
Image title
Oleh Lavinda
14 September 2021, 15:09
HSBC
Ajeng Dinar Ulfiana | KATADATA
Gedung HSBC di kawasan Sudrman, Jakarta Pusat (6/8).

PT Bank HSBC Indonesia (HSBC Indonesia) meluncurkan generasi terbaru dari Premier 2.0, layanan perbankan premium yang ditujukan bagi nasabah milenial berpenghasilan tinggi (affluent). Pembaruan layanan ini terdiri dari tiga manfaat yaitu, pengelolaan kekayaan, perencanaan pendidikan, dan penawaran untuk mendukung pencapaian tujuan keuangan.

Director Wealth & Personal Banking Bank HSBC Indonesia Edhi Tjahja Negara mengatakan layanan ini akan membantu nasabah dalam perencanaan keuangan strategis. Premier 2.0 dilengkapi dengan layanan manajemen pengelolaan keuangan yang menyeluruh, termasuk dukungan pemeriksaan kesehatan keuangan secara rutin.

"Wealth Dashboard akan memberi akses seluruh pergerakan portofolio keuangan dalam satu tampilan, dan memberi wawasan berkala mengenai kondisi pasar terkini, serta strategi investasi dari pakar melalui Wealth Insight Hub terbaru," ujarnya dalam keterangan tertulis, Selasa (14/9).

HSBC juga menghadirkan fitur digital untuk bertransaksi investasi, termasuk transaksi jual beli obligasi di pasar sekunder secara daring (online).

Advertisement

Head of Customer Propositions and Marketing Bank HSBC Indonesia Fransisca Arnan mengatakan layanan ini juga memberi status dan manfaat yang sama untuk anak-anak para nasabah berusia 17-28 tahun melalui HSBC Premier Next Gen. Manfaat diberikan tanpa biaya tambahan, terdapat pula penawaran di 30 negara, termasuk dana darurat dan penggantian kartu kredit instan di luar negeri.

“Nasabah juga tidak perlu khawatir mengenai pengelolaan keuangan anak selama bersekolah di luar negeri. Pengiriman dana sampai dengan US$ 100 ribu dapat dilakukan secara langsung ke 30 negara melalui layanan Global Transfer,” katanya.

Menurut studi internal terbaru HSBC, demografi pasar individu berpenghasilan tinggi di Indonesia semakin banyak diisi oleh generasi milenial. Kalangan muda ini sangat dipengaruhi oleh kemajuan teknologi, memiliki gaya hidup dinamis dan modern, serta cenderung mencari kesederhanaan dalam produk atau layanan. Hal yang menarik, mereka juga memiliki satu kesamaan, yaitu mengutamakan keluarga dalam perencanaan hidupnya.

Hasil studi lain pada 2020 menunjukkan generasi milenial berpenghasilan tinggi merasa khawatir bahwa pelemahan ekonomi di masa pandemi Covid-19 akan berdampak pada dirinya dan keluarga. Meski demikian, studi menemukan bahwa tiga sikap teratas para responden terhadap investasi dan tabungan selama pandemi tetap positif, yaitu berinvestasi untuk pemasukan tambahan, dana darurat, dan rencana jangka panjang.

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait