Genjot DPK dan Efisiensi Biaya, Bank Mandiri Perbarui Aplikasi Digital

Menurut manajemen Bank Mandiri, kecepatan dan keunggulan dalam mendigitalisasi layanan dan produk perbankan akan menjadi pembeda dalam persaingan ketat industri perbankan.
Image title
4 Oktober 2021, 12:34
Bank Mandiri, BUMN, Perbankan
Katadata/Bank Mandiri
Paparan Kinerja Bank Mandiri Kuartal II-2020

PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) berupaya mengoptimalkan penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) serta menekan biaya dana (cost of fund) dengan lebih efisien. Salah satunya, dengan transformasi digital melalui platform Livin' By Mandiri.

Direktur Utama Bank Mandiri Darmawan Junaidi mengatakan, total DPK (bank only) Bank Mandiri per Agustus 2021 tercatat sebesar Rp 933,04 triliun, tumbuh 8% dibanding periode sama tahun lalu Rp 863,92 triliun. Optimalisasi terlihat dari rasio dana murah (CASA) terhadap DPK sebesar 72,86%.

Bank Mandiri juga mencatat biaya dana per Agustus 2021 di level 1,67% atau turun sebesar 110 basis poin dari periode sama tahun lalu. Dari sisi kredit, total penyaluran oleh Bank Mandiri secara perbankan pada periode yang sama Rp 807,44 triliun atau tumbuh 8,06% dari Rp 747,22 triliun secara tahunan.

Darmawan mengatakan, jumlah pengguna Livin' By Mandiri yang mencapai 8,2 juta pada akhir Agustus 2021. Jumlahnya meningkat 50% jika dibandingkan dengan periode setahun sebelumnya yang sekitar 5,4 juta pengguna. Darmawan mengatakan, 95% transaksi perbankan Bank Mandiri dapat dilakukan secara digital.

Seiring dengan pertumbuhan jumlah pengguna, laju transaksi finansial nasabah Bank Mandiri melalui Livin' by Mandiri naik 63% secara tahunan, menembus 607,5 juta transaksi. Nilai transaksinya menyentuh Rp 1.008 triliun per akhir Agustus 2021.

Darmawan mengatakan, kecepatan dan keunggulan dalam mendigitalisasi layanan dan produk perbankan akan menjadi pembeda dalam persaingan ketat industri perbankan di masa mendatang.

"Bank Mandiri telah siap dan memiliki modal yang kuat untuk mengakselerasi pengembangan layanan perbankan digital bagi segmen nasabah ritel maupun wholesale,” kata Darmawan di sela-sela perayaan HUT ke-23 Bank Mandiri, dikutip Senin (4/10).

Bank pelat merah ini menambah sejumlah fitur pada aplikasi Livin’ by Mandiri, antara lain: pembukaan rekening baru, verifikasi wajah, akses kilat (quick access), dan tarik tunai tanpa kartu.

Selain itu, koneksi dompet digital (e-wallet linkage) untuk mengisi ulang, memperbarui (update) saldo e-money, termasuk uang elektronik lainnya, hingga transfer dan bayar tagihan favorit.

Untuk mengakomodasi kebutuhan dan ekosistem nasabah segmen wholesale, bisnis utamanya, Bank Mandiri meluncurkan Wholesale Digital Super Platform Kopra by Mandiri. Platform digital ini punya layanan akses tunggal sebagai pusat aktivitas informasi dan transaksi finansial bagi pelaku usaha.

Sampai akhir Agustus 2021, transaksi wholesale channel Bank Mandiri sebanyak 123 juta transaksi dengan nilai transaksi mencapai Rp. 6.449 triliun.

Darmawan mengatakan, secara konsep, aplikasi itu menerapkan pendekatan pengalaman perbankan yang komprehensif. "Fitur yang akan mendekatkan Bank Mandiri ke dalam ekosistem digital serta memperkuat kolaborasi bersama Mandiri Group,” katanya.

Reporter: Ihya Ulum Aldin
Editor: Lavinda
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait