Tembus 6.700, IHSG Menguat 1,82% pada Pekan Pertama 2022

IHSG dibuka menguat di level 6.669, tapi langsung menyentuh titik terendahnya di posisi 6.647 pada menit-menit pertama pembukaan.
Image title
7 Januari 2022, 16:59
IHSG
ANTARA FOTO/Aprillio Akbar/foc.
Petugas kebersihan melintas di depan layar Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (17/5/2021).

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil ditutup menembus level 6.700 ke titik 6.701 pada hari ini, Jumat (7/1). Pada pekan pertama 2022, indeks telah bergerak naik 1,82% atau 120 poin dibandingkan penutupan 2021. 

Berdasarkan data RTI Infokom, IHSG dibuka menguat di level 6.669, tapi langsung menyentuh titik terendahnya di posisi 6.647 sebelum akhirnya melonjak ke level 6.696 pada menit-menit pertama pembukaan.

IHSG bergerak stabil di rentang 6.680 - 6.695 pada sesi pertama perdagangan. Indeks mulai berfluktuasi di atas level 6.700 pada sesi perdagangan kedua dan ditutup di level 6.701 pada akhir perdagangan. 

Jumlah saham yang diperdagangkan mencapai 18,08 miliar saham senilai Rp 11,41 triliun. Frekuensi perdagangan mencapai 1,28 juta kali. 

Advertisement

Sebanyak 260 emiten berakhir di zona hijau, sedangkan 256 emiten mengalami penyusutan harga saham. Adapun, 170 emiten bergerak menyamping atau stagnan.

Investor asing tercatat melakukan pembelian bersih senilai Rp 944,73 miliar yang didorong pembelian bersih di pasar regular hingga Rp 989,93 miliar. Sementara itu, investor melakukan penjualan bersih sebesar Rp 45,2 miliar di pasar negosiasi dan tunai. 

Saham perbankan masih menjadi favorit investor asing hari ini, yakni PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Bank Jago Tbk (ARTO), PT Bank Neo Commerce Tbk (BBY), dan PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI). 

Investor asing tercatat melakukan pembelian bersih pada saham BBCA senilai Rp 624,9 miliar, sedangkan pada saham ARTO sebesar Rp 150,4 miliar. Sementara itu, BBYB memimpin penjualan asing terbesar hari ini atau mencapai Rp 80,5 miliar, sedangkan penjualan asing bersih di BBRI senilai Rp 72,2 miliar. 

Kinerja indeks di Benua Asia terlihat beragam. Adapun Hang Seng Index memimpin pertumbuhan di Benua Kuning atau mencapai 1,82% ke level 23,493, sedangkan Shanghai Composite Index memimpin penyusutan sebesar 0,18% ke titik 3.579. 

Berdasarkan data Stockbit, PT Sidomulyo Selaras Tbk kembali memimpin pertumbuhan saham terbesar di dalam negeri atau mencapai 34,83% menjadi Rp 120 per saham. Di sisi lain, PT MNC Studios International Tbk mencatatkan penyusutan saham terbesar yang mencapai 6,98% ke level Rp 2.000 per saham. 

Indeks LQ45 dan IDX30 masing-masing mencatatkan pertumbuhan positif sebesar 1% pada hari ini. Secara sektoral, ada tujuh sektor yang berakhir di zona hijau. 

Pertumbuhan terbesar terjadi pada sektor energi yang menguat 2,01%. Capaian itu diikuti sektor industri yang naik 1,22%, transportasi naik 1,16%, kesehatan naik 1,04%, finansial naik 0,82%, non cyclical naik 0,63%, dan infrastruktur tumbuh tipis 0,06%. 

Di samping itu, sektor cyclical mengalami pelemahan paling besar yang mencapai 0,95%. Sementara itu, sektor teknologi susut 0,44%, industri dasar turun 0,32%, dan properti melemah 0,16%. 

Reporter: Andi M. Arief
Editor: Lavinda
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait