Omzet Properti Naik, Laba Pakuwon Jati Tumbuh 56% pada Kuartal I 2022

Pendapatan Pakuwon Jati naik 17,11% menjadi Rp 1,30 triliun pada kuartal I 2021 dari sebelumnya sebesar Rp 1,11 trilliun kuartal I 2020.
Image title
25 Mei 2022, 10:54
Pakuwon Jati
ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya/tom.
Kawasan pemukiman di Sentul, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Selasa (11/1/2022).

PT Pakuwon Jati Tbk (PWON) membukukan laba bersih Rp 370,72 miliar sepanjang kuartal I 2022. Perolehan laba ini tumbuh 56,57% dari periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 236,69 miliar.

Kenaikan laba bersih ini ditopang oleh naiknya pendapatan perseroan sepanjang kuartal I 2022. Pendapatan PWON naik 17,11% menjadi Rp 1,30 triliun dari sebelumnya sebesar Rp 1,11 trilliun pada kuartal I 2021.

Berdasarkan laporan keuangan, kenaikan pendapatan perseroan masih didominasi oleh segmen penjualan kondominium dan kantor yang berkontribusi sebesar Rp 383,23 miliar atau naik 7,66% dari sebelumnya Rp 355,96 miliar. Kontributor pendapatan perseroan tertinggi kedua yakni dari segmen sewa ruangan sebesar Rp 340,11 miliar.

Kemudian, pendapatan jasa pemeliharaan berkontribusi sebesar Rp 191,68 miliar, pendapatan hotel berkontribusi sebesar Rp 151,50 miliar, penjualan tanah dan bangunan mengantongi pendapatan sebesar Rp 81,94 miliar, dan pendapatan usaha lainnya yang meliputi listrik, air dan pengelolaan parkir sebesar Rp 143,56 miliar.

Advertisement

Beban pokok pendapatan perseroan tercatat naik 5,39% menjadi Rp 628,95 miliar. Sementara itu, beban penjualan naik 19,18% secara tahunan menjadi Rp 38,46 miliar. Kemudian, beban keuangan naik 29,74% secara tahunan menjadi Rp 79,9 miliar.

Hingga akhir Maret 2022, total nilai aset perseroan tercatat sebesar Rp 29,33 triliun dari sebelumnya sebesar Rp 28,86 triliun pada akhir Desember tahun lalu. Jumlah liabilitas hingga kuartal I 2022 sebesar Rp 9,75 triliun dan jumlah ekuitas sebesar Rp 19,58 triliun.

Di samping itu, marketing sales kuartal I 2022 sebesar Rp 380 miliar dengan komposisi penjualan tahun ini yakni, rumah tapak sebesar 45%, kondiminium sebesar 38% dan perkantoran sebesar 18%sebagai hasil dari perpanjangan insentif PPN DTP dari pemerintah.

Hingga kuartal I 2022, perseroan telah membelanjakan capital expenditure (capex) sebesar Rp 165 miliar, utamanya digunakan untuk membiayai proyek-proyek konstruksi Pakuwon Mall Bekasi, renovasi mall dan hotel serta pembelian tanah.

Pakuwon Jati merupakan perusahaan pengembang properti, mengelola pusat perbelanjaan komersial, perkantoran dan hotel. Selain itu Pakuwon Jati mengembangkan perkantoran dan kondominium strata-tittle dan pengembangan residensial berskala kota mandiri (township) untuk dijual.

Adapun, portofolio perseroan saat ini di antaranya, Superblok Gandaria City, Blok M Plaza, Superblok Tunjungan City, Royal Plaza, Grand Pakuwon township, Hartono Mall Yogyakarta dan Hartono Mall Solo. 

Reporter: Cahya Puteri Abdi Rabbi
Editor: Lavinda
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait