Bank of India Rilis 1,38 Miliar Saham Baru, Incar Modal Rp 1,38 T

Bank of India Indonesia telah menentukan harga pelaksanaan rights issue sebesar Rp 1.000 per saham. Perseroan mengincar dana sebesar Rp 1,38 triliun dari aksi korporasi ini.
Cahya Puteri Abdi Rabbi
28 Juni 2022, 14:48
Bank of India
ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay/foc.
Petugas kebersihan melintasi layar digital pergerakan saham di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (24/6/2022).

PT Bank of India Indonesia Tbk (BWSD) akan menambah modal melalui penawaran umum terbatas (PUT) dengan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) atau rights issue. Perseroan akan menerbitkan sebanyak-banyaknya 1,38 miliar saham baru atau sebesar 50% dari modal ditempatkan disetor penuh.

Dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), perseroan telah menentukan harga pelaksanaan rights issue sebesar Rp 1.000 per saham. Dengan demikian, perseroan mengincar dana sebesar Rp 1,38 triliun dari aksi korporasi ini.

Adapun, HMETD akan dibagikan kepada para pemegang saham perseroan yang tercatat dalam daftar pemegang saham pada tanggal 16 Agustus 2022, di mana setiap pemilik satu saham lama perseroan akan memperoleh satu HMETD. Setiap satu HMETD memberikan hak kepada pemegangnya untuk membeli sebanyak satu saham baru.

Sementara itu, Bank of India (BOI) sebagai pemegang saham utama perseroan sekaligus pemegang saham pengendali perseroan dengan kepemilikan 1,05 miliar saham, akan mengambil bagian atas sebagian besar HMETD atau sebesar Rp 1 triliun.

Advertisement

"BOI tidak akan menjual atau mengalihkan haknya tersebut kepada pihak lain selama periode perdagangan HMETD," demikian tertulis dalam prospektus yang dirilis perseroan, dikutip Selasa (28/6).

Apabila saham-saham yang ditawarkan dalam PUT tersebut tidak seluruhnya diambil bagian oleh para pemegang saham atau pemegang bukti HMETD, maka sisanya akan dialokasikan kepada pemegang saham HMETD lainnya yang melakukan pemesanan lebih dari haknya.

Manajemen BWSD menyatakan, dalam rights issue ini tidak terdapat pembeli siaga. Dengan demikian, apabila setelah alokasi tersebut masih terdapat sisa HMETD yang tidak dilaksanakan maka terhadap seluruh HMETD yang tersisa tersebut tidak akan dikeluarkan saham dari portepel.

Dari dana hasil rights issue ini, sebanyak 80% akan digunakan perseroan untuk pemenuhan kebutuhan likuiditas. Kemudian, sekitar 20% lainnya akan digunakan untuk ekspansi pengkreditan dan pembelian surat berharga.

Berdasarkan laporan keuangan, hingga kuartal I 2022, Bank of India Indonesia membukukan laba bersih sebesar Rp 9,22 miliar atau naik 72,98% dari periode yang sama tahun sebelumnya yang sebesar Rp 5,33 miliar. Sementara itu, laba operasi perseroan tercatat turun 3,96% dari sebelumnya sebesar Rp 6,88 miliar menjadi Rp 6,60 miliar.

Kemudian, pendapatan bunga perseroan juga menyusut menjadi Rp 46,46 miliar dari sebelumnya Rp 48,67 miliar. Penurunan ini disebabkan oleh menurunnya pendapatan bunga efek-efek menjadi sebesar Rp 10,39 miliar. Di samping itu, pendapatan operasional lainnya meningkat tipis sebesar 0,06% menjadi Rp 1,85 miliar.

Reporter: Cahya Puteri Abdi Rabbi
Editor: Lavinda
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait