Wajah Mandalika Kini, Destinasi Sport Tourism Kelas Dunia

Uji Sukma Medianti
Oleh Uji Sukma Medianti - Tim Publikasi Katadata
8 Oktober 2025, 19:06
Gelaran MotoGP kembali dilangsungkan pada 3-5 Oktober 2025 di Mandalika, Nusa Tenggara Barat (NTB).
Istimewa
Gelaran MotoGP kembali dilangsungkan pada 3-5 Oktober 2025 di Mandalika, Nusa Tenggara Barat (NTB).
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Gelaran MotoGP kembali dilangsungkan pada 3-5 Oktober 2025 di Mandalika, Nusa Tenggara Barat (NTB). Sebelumnya, saat dilangsungkan pada 2022, event internasional ini memberi dampak luar biasa bagi masyarakat di wilayah Lombok Tengah maupun provinsi NTB. 

Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan bahwa sektor pariwisata NTB menunjukkan kebangkitan pada tahun tersebut. Terlihat dari pertumbuhan ekonomi triwulan I 2022 sebesar 7,73 persen secara tahunan (year on year). Ini merupakan laju pertumbuhan tertinggi dalam rentang waktu 5 tahun sebelumnya.

Event MotoGP tahun ini juga diharapkan mampu menggeliatkan pariwisata dan perekonomian NTB. Menurut Direktur Utama InJourney Maya Watono, lebih dari 2.073 tenaga kerja dari sektor hospitality, logistik, hingga event support akan terserap untuk event ini. 

“Yang sangat mengharukan juga, dulu di awal MotoGP semua marshal dari luar negeri (seperti) Spanyol, Eropa, tapi kini semua marshal yang bekerja di MotoGP itu adalah marshal lokal,” ujar Maya, dalam konferensi pers, Senin (29/9) lalu. 

Sirkuit Mandalika tempat dilangsungkannya MotoGP telah menjelma sebagai tempat yang luar biasa. Keberadaannya mendatangkan dampak positif terhadap ekonomi dan sosial, juga memberikan harapan bagi warga lokal untuk mengembangkan potensi diri. 

Sirkuit ini dibangun pada 2016. Sebelumnya pemerintah menetapkan Mandalika sebagai salah satu kawasan ekonomi khusus (KEK) di Indonesia pada 2014. Sejak saat itu, pembangunan infrastruktur dilakukan besar-besaran: dari jaringan jalan, hotel, hingga sarana pendukung wisata.

Di bawah naungan ITDC yang pada kemudian hari menjadi bagian dari PT Aviasi Pariwisata Indonesia (Persero) alias Injourney, peluang untuk menggenjot pengembangan pariwisata demi menopang perekonomian NTB terbuka lebar. Apalagi, Mandalika juga merupakan ikon pariwisata Lombok telah dijadikan salah satu destinasi super prioritas oleh pemerintah.

Sebagai wilayah yang penuh potensi wisata, tak heran apabila KEK Mandalika dimanfaatkan sebagai penggerak ekonomi bagi masyarakat NTB, khususnya yang berada di sekitar Lombok Tengah. KEK Mandalika diproyeksikan menarik investasi sebesar Rp 28,63 triliun pada 2030 dan menyerap tenaga kerja sebanyak 587 ribu hingga 2025.

Puncak perubahan terjadi dengan hadirnya Pertamina Mandalika International Circuit yang menjadi tuan rumah MotoGP pada 2022. Gelaran balap motor dunia ini menempatkan Mandalika di peta global, menghadirkan jutaan pasang mata yang menyaksikan Lombok bukan hanya sebagai pulau eksotis, tetapi juga pusat sport tourism kelas dunia.

Kini, Mandalika telah menjadi magnet baru pariwisata Indonesia. Selain wisata alam dan budaya, kawasan ini juga menjelma sebagai wisata olahraga atau sport tourism. Sirkuit Mandalika dikenal punya pemandangan alam berupa tepian pantai dengan latar belakang bukit hijau yang begitu cantik. Meski demikian, bukan berarti pula sirkuit ini mudah ditaklukkan. 

Jalurnya yang membentang sepanjang 4,301 km dengan lurusan terpanjang mencapai 723 meter plus 17 tikungan memberi tantangan tersendiri bagi para pebalap yang beraksi di sana. Miguel Oliveira, mencetak sejarah dengan menjadi pebalap pertama yang tercepat menaklukkan sirkuit Mandalika pada 2022 lalu.

Pembangunan Infrastruktur Penunjang

Pembangunan infrastruktur di Mandalika dimulai dari dibenahinya Bandara Internasional Lombok di Praya, Lombok Tengah. Dengan konsep yang lebih modern, kapasitas bandara meningkat dua kali lipat dari yang biasanya melayani 3,25 juta penumpang menjadi 7 juta penumpang per tahun. 

Adapun, runway bandara juga diperpanjang dari 2.750 meter menjadi 3.300 meter. Dengan panjang runway ini, bandara yang tadinya bernama Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid ini dapat dilewati pesawat berbadan besar seperti Boeing 777.

Pesawat ini memungkinkan penerbangan langsung tanpa henti (non-stop) dari Lombok ke pusat-pusat pariwisata dan bisnis di Eropa, Timur Tengah, sampai Asia Timur.  

Dari sisi akses, jarak tempuh dari bandara ke kawasan Mandalika sepanjang 17 km pun dipersingkat menjadi sekitar 15 menit saja melalui jalan Bypass Bandara Internasional Lombok (BIL)-Mandalika. Sebelumnya mesti ditempuh selama satu jam perjalanan. Selain itu, pembangunan dan renovasi hotel serta resort internasional di sekitar Mandalika juga meningkat, mulai dari bintang tiga hingga lima.

Jumlah kamar hotel di KEK Mandalika tercatat mencapai 4.000 kamar. Dengan rincian 2.500 kamar di hotel bintang lima hingga kelas melati dan 1.500 kamar di vila serta homestay. Penataan pantai-pantai wisata di sekitar sirkuit Mandalika seperti Kuta Mandalika, Tanjung Aan, dan Pantai Seger juga terus dikembangkan dengan fasilitas publik seperti toilet, area parkir, pedestrian.

Sirkuit Mandalika sepanjang 4,301 km dengan lurusan terpanjang mencapai 723 meter plus 17 tikungan saat event MotoGP 2025.
Sirkuit Mandalika sepanjang 4,301 km dengan lurusan terpanjang mencapai 723 meter plus 17 tikungan saat event MotoGP 2025. (Istimewa)

Adanya sirkuit Mandalika dan event MotoGP serta perbaikan akses dan fasilitas ini menyumbang jumlah kunjungan wisatawan ke KEK Mandalika. InJourney Tourism Development Corporation (ITDC) mencatat, kunjungan wisatawan ke Mandalika sebanyak 827 ribuan di 2023 kemudian naik menjadi lebih dari 1,24 juta di 2024.

Tahun ini, sampai dengan semester I 2025, kunjungan sudah mencapai 500 ribu orang. Jika pola ini konsisten, total kunjungan 2025 diproyeksikan bisa melampaui angka 2024 secara signifikan, terlebih dengan adanya event MotoGP di Oktober 2025.

Hingga kini, Mandalika terus aktif menghadirkan berbagai event internasional mulai dari festival musik, olahraga, hingga budaya. Dengan begitu bisa tercipta dampak yang luar biasa bagi masyarakat sekitar maupun berkontribusi terhadap perekonomian nasional. 

Adapun, MotoGP di Sirkuit Mandalika edisi 2025 berhasil menarik total 140.324 penonton di mana 67.905 di antaranya hadir pada hari puncak race. Jumlah ini merupakan yang terbanyak sejak gelaran pertama tiga tahun silam. Dibandingkan dengan 2024 saja, lonjakannya mencapai 15,7 persen.

Membludaknya jumlah penonton MotoGP seri 2025 sudah terjadi menjelang balapan berlangsung. Hal ini tercermin dari okupansi hotel di kawasan The Mandalika yang mencapai 100 persen. Penerbangan menuju Lombok pun ludes terjual sampai sejumlah maskapai menambah 44 penerbangan.

"Tahun ini menjadi penyelenggaraan terbaik, ditandai dengan okupansi hotel di kawasan Mandalika yang mencapai 100 persen, serta kerja sama dengan berbagai pihak untuk menambah flights karena tingginya peminat," tutup Maya.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan