Amalan Doa Menjelang Demo Agar Tolak Bala, Selamat dan Dimudahkan Urusan
Pelaksanaan aksi penyampaian pendapat atau demo hari ini di berbagai titik di Indonesia kembali memicu kerumunan massa di ruang publik. Peningkatan eskalasi di lapangan kerap membawa risiko keamanan, mulai dari potensi gesekan, kemacetan lalu lintas, hingga situasi tidak terduga lainnya.
Di tengah situasi tersebut, membaca doa menjelang demo menjadi sarana spiritual penting bagi setiap warga negara di samping kewajiban menjaga ketertiban umum.
Mengamalkan bacaan doa saat demo menjadi ikhtiar batin memohon perlindungan dari Sang Pencipta agar senantiasa diberikan keselamatan, dijauhkan dari marabahaya, serta dimudahkan dalam menyampaikan pesan maupun aspirasi.
Doa Menjelang Demo: Doa Minta Keselamatan dan Tolak Bala dari Marabahaya
Situasi aksi massa yang rentan memicu kericuhan memerlukan ikhtiar spiritual berupa permohonan perlindungan lahir dan batin. Para ulama menganjurkan doa tolak bala untuk memohon dibukakannya pintu-pintu kebaikan dan dijauhkannya ujian duniawi.
Berikut adalah teks Arab, latin, dan terjemahan lengkap doa keselamatan dan tolak bala:
اللَّهُمَّ افْتَحْ لَنَا أَبْوَابَ الخَيْرِ وَأَبْوَابَ البَرَكَةِ وَأَبْوَابَ النِّعْمَةِ وَأَبْوَابَ الرِّزْقِ وَأَبْوَابَ القُوَّةِ وَأَبْوَابَ الصِّحَّةِ وَأَبْوَابَ السَّلَامَةِ وَأَبْوَابَ العَافِيَةِ وَأَبْوَابَ الجَنَّةِ اللَّهُمَّ عَافِنَا مِنْ كُلِّ بَلَاءِ الدُّنْيَا وَعَذَابِ الآخِرَةِ وَاصْرِفْ عَنَّا بِحَقِّ القُرْآنِ العَظِيْمِ وَنَبِيِّكَ الكَرِيْمِ شَرَّ الدُّنْيَا وَعَذَابَ الآخِرَةِ، غَفَرَ اللهُ لَنَا وَلَهُمْ بِرَحْمَتِكِ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ، سُبْحَانَ رَبِّكَ رَبِّ العِزَّةِ عَمَّا يَصِفُوْنَ وَسَلَامٌ عَلَى المُرْسَلِيْنَ وَ الْحَمْدُ لِلهِ رَبِّ الْعَلَمِيْنَ
Allȃhummaftah lanȃ abwȃbal khair, wa abwȃbal barakah, wa abwȃban ni'mah, wa abwȃbar rizqi, wa abwȃbal quwwah, wa abwȃbas shihhah, wa abwȃbas salȃmah, wa abwȃbal 'ȃfiyah, wa abwȃbal jannah. Allȃhumma 'ȃfinȃ min kulli balȃ'id dunyȃ wa 'adzȃbil ȃkhirah, washrif 'annȃ bi haqqil Qur'ȃnil 'azhȋm wa nabiyyikal karȋm syarrad dunyȃ wa 'adzȃbal ȃkhirah. Ghafarallȃhu lanȃ wa lahum bi rahmatika yȃ arhamar rȃhimȋn. Subhȃna rabbika rabbil 'izzati 'an mȃ yashifūn, wa salȃmun 'alal mursalȋn, walhamdulillȃhi rabbil 'ȃlamȋn.
Terjemahan Arti: "Ya Allah, bukalah bagi kami pintu kebaikan, pintu keberkahan, pintu kenikmatan, pintu rezeki, pintu kekuatan, pintu kesehatan, pintu keselamatan, pintu afiyah, dan pintu surga. Ya Allah, jauhkan kami dari semua ujian dunia dan siksa akhirat. Palingkan kami dari keburukan dunia dan siksa akhirat dengan hak Al-Qur'an yang agung dan derajat nabi-Mu yang pemurah. Semoga Allah mengampuni kami dan mereka. Wahai Zat yang maha pengasih. Maha suci Tuhanmu, Tuhan keagungan, dari segala yang mereka sifatkan. Semoga salam tercurah kepada para rasul. Segala puji bagi Allah, Tuhan sekalian alam."
Membaca lafal di atas menjadi sarana memohon perlindungan dari ancaman fisik maupun tekanan emosional selama berada di ruang publik.
Doa Saat Demo: Doa Nabi Musa Minta Kelancaran Urusan
Selain permohonan keselamatan fisik, keikutsertaan dalam penyampaian aspirasi saat demo menuntut ketenangan dada dan kelancaran dalam berorganisasi maupun mengutarakan tuntutan. Lafal doa yang sangat utama untuk diamalkan diambil dari doa Nabi Musa 'alaihis salam.
Lafal doa ini termaktub dalam Al-Qur'an Surat Thaha ayat 25-28:
قَالَ رَبِّ اشْرَحْ لِي صَدْرِي وَيَسِّرْ لِي أَمْرِي وَاحْلُلْ عُقْدَةً مِنْ لِسَانِي يَفْقَهُوا قَوْلِي
Rabbish rahli shadri, wa yassirli amri, wahlul 'uqdatam min lisani, yafqahu qauli.
Terjemahan Arti: "Musa berkata: Ya Rabbku, lapangkanlah untukku dadaku, dan mudahkanlah untukku urusanku, dan lepaskanlah kekakuan dari lidahku, supaya mereka mengerti perkataanku."
Doa ini dipanjatkan Nabi Musa 'alaihis salam ketika menerima titah berat dari Allah Ta'ala untuk mendatangi Fir'aun, penguasa Mesir yang melampaui batas dalam kekafiran, penindasan, hingga mengaku sebagai tuhan. Sebagaimana firman Allah dalam Surat Thaha ayat 24:
اذْهَبْ إِلَى فِرْعَوْنَ إِنَّهُ طَغَى
Artinya: "Pergilah kepada Fir'aun; Sesungguhnya ia telah melampaui batas."
Mengingat Fir'aun adalah sosok pembangkang yang tidak segan membunuh penentangnya, Nabi Musa memohon pertolongan Allah agar diberi kekuatan dan kemudahan dalam menghadapi rintangan berat tersebut.
Makna dan Tafsir Doa Nabi Musa
Menurut penafsiran Syaikh As-Sa'di dalam kitab tafsirnya, doa Nabi Musa ini mengandung tiga pokok permohonan utama yang dapat dipetik hikmahnya oleh umat muslim:
Kelapangan Dada (رَبِّ اشْرَحْ لِي صَدْرِي): Memohon agar hati tidak sempit, tidak mudah terpancing emosi, serta tidak terkotori oleh tindakan kasar. Hati yang lapang memungkinkan seseorang bersikap lemah lembut sehingga pesan atau ucapan dapat diterima dengan baik, sebagaimana prinsip kelembutan dalam Surat Ali Imran ayat 159.
Kemudahan Urusan (وَيَسِّرْ لِي أَمْرِي): Memohon agar Allah mempermudah setiap jalan dan mengatasi setiap kesulitan yang dihadapi, termasuk dalam memilih cara berkomunikasi yang tepat dengan lawan bicara.
Pelepasan Kekakuan Lisan (وَاحْلُلْ عُقْدَةً مِنْ لِسَانِي يَفْقَهُوا قَوْلِي): Dahulu Nabi Musa memiliki kekurangan berupa kekakuan pada lisannya. Sebagaimana disebutkan dalam Surat Al-Qashash ayat 34, Nabi Harun dikenal lebih fasih bicaranya. Doa ini dipanjatkan agar kekakuan lisan dihilangkan sehingga argumentasi dan gagasan yang disampaikan dapat dipahami secara jelas oleh pendengar.


